Pengumuman: Tidak Ada Sekolah Murah!

Oleh: Ulfa Rosyiana (Taruni angkatan 12 SMK Perikanan dan kelautan Puger)

GambarPada saat ini memang benar apabila ada sebagian orang mengatakan bahwa orang miskin dilarang sekolah. Tingginya biaya pendidikan tidak sebanding dengan penghasilan rakyat Indonesia setiap harinya, sehingga rakyat yang kurang mampu tidak bisa menyekolahkan anaknya sampai ke jenjang yang lebih tinggi.

Dalam sistem penyelenggaraan pendidikan yang merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah, ini bukan berarti bahwa peserta didik bebas dari kewajiban membayar biaya pendidikan, tetapi justru ikut menanggung biaya yang jumlahnya ditetapkan menurut kemampuan orang tua atau wali peserta didik.

Namun demikian, pada jenjang pendidikan yang dikenai ketentuan wajib belajar pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah , biaya penyelenggaraanya merupakan tanggungjawab pemerintah , sehingga peserta didik seharusnya tidak dikenai kewajiban untuk menanggung biayanya. Jadi, sesuai dengan ketentuan wajib belajar, pesrta didik untuk ditingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama seharusnya tidak dikenai biaya-biaya yang lainnya. Ini sesuai dengan Undang-undang no.2 tahun 1989 bahwa ketentuan wajib belajar di negara kita sampai pada Sekolah Menengah tingkat Pertama. Namun kenyataannya kondisi di lapangan, masih ditemui sekolah-sekolah memungut biaya pendidikan. Sehingga muncul slogan “pendidikan bermutu itu mahal”.

Meskipun pemerintah sudah memberikan keringanan melalui beberapa beasiswa bagi siswa yang tidak mampu dan berprestasi tetap saja tidak sesuai dengan standar hidup masyarakat Indonesia saat ini. Beberapa fenomena yang saat ini terjadi di antaranya tidak meratanya penyebaran beasiswa yang diberikan pemerintah.

Contohnya saja beasiswa tidak mampu tidak tersalurkan seutuhnya pada masyarakat yang memang membutuhkan. Dengan persyaratan yang boleh dibilang tidak terlalu rumit salah satunya adalah melampirkan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) dari pemerintah daerah setempat maka siswa bisa dengan mudah mendapatkan beasiswa.

Sayangnya saat ini banyak fenomena pemalsuan identitas yang seharusnya siswa itu digolongkan pada tingkat mampu menjadi tidak mampu karena mereka berfikir dan enggan mengeluarkan uang yang besar untuk biaya pendidikan. Akibat oknum-oknum seperti itulah masyarakat yang tidak mampu kehilangan kesempatan.

Mudah-mudahan pemerintah akan terus meningkatkan mutu pendidikan di Negara ini seiring dengan naiknya anggaran pendidikan. Sehingga pendidikan bermutu bukan hanya untuk anak orang kaya saja, tetapi dapat dinikmati oleh semua lapisan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s