MENEROPONG MUSLIMAH LEWAT SHOLAT

Sholat bukan sekedar ibadah fardlu kedua setelah syahadat bagi kaum muslimin yang jika dilaksanakan mendapat pahala dan bila ditinggalkan mendapat siksa. Namun lebih dari itu, sholat merupakan ibadah yang paling penting dan sangat dimuliakan Allah. Sebagai tiang agama, ibadah ini pula yang pertama kali akan dihisab oleh Allah di Yaumul Akhir. Sholat pula yang akan menjadi pembeda antara orang Islam dan orang kafir.
Secara bahasa, ‘sholat’ berarti doa, sedangkan menurut istilah, sholat merupakan aktivitas yang terdiri atas beberapa perkataan dan perbuatan yang diawali dengan niat dan takbirotul ihrom lalu diakhiri dengan salam. Istilah lain menyebutkan bahwa sholat merupakan sarana komunikasi personal muslim dengan Robbnya sebagai ungkapan syukur. Hanya orang-orang yang memahami sholat secara lahir batin yang akan memperoleh ketenangan dan kegembiraan tak terkira. Gembira dan tenang dalam hal ini adalah kemampuan seorang seorang muslim tidak sekedar menjalankan sholat secara fisik dengan sempurna, tetapi juga kemampuannya menghadirkan khusyuk dalam sholat. Sebab, meskipun secara lahir seseorang tampak melaksanakan setipa gerakan dengan sempurna ketika sholat, tetapi tidak semua orang mampu menjalaninya dengan hati yang khusyuk.
Sholat secara umum ada dua macam. Ada sholat fardlu (wajib dikerjakan). Jumlahnya ada lima, yaitu waktu shubuh, dzuhur, ashar, maghrib, dan Isya. Kedua adalah sholat sunnah. Macamnya antara lain sholat rawatib (sholat sunnah yang menyertai sholat lima waktu), sholat dhuha, sholat tahajud, sholat hajat, sholat dua hari raya, dan lain-lain. Sholat terdiri atas berbagai gerakan, syarat sah, dan rukun. Banyak orang yang mampu melaksanakan gerakan, menyempurnakan syarat sah dan rukun sholat, tetapi mereka tidak memahami hakikat sholat yang sebenarnya. Sehingga banyak dijumpai berbagai masalah di tengah kaum muslimin, terutama merosotnya moral lantaran tidak mengaplikasikan makna sholat dalam kehidupan sehari-hari.
Perintah melaksanakan sholat ada dalam banyak ayat Alquran. Dalam Albaqarah: 11 Allah berfirman, “…dirikanlah sholat, dan tunaikanlah zakat”. Dalam QS. Thaha ayat 14, “Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah sholat untuk mengingat Aku.” Rasulullah bersabda : “Sebaik-baiknya amal adalah shalat pada waktunya.” Sayidina Ali bin Abi Thalib menyatakan : “Sesungguhnya amal perbuatan yang paling disukai Allah adalah shalat.” Bahkan, ia diriwayatkan melafazkan kata : “Shalat …shalat …” pada detik-detik terakhir sebelum kematiannya. Sedangkan Imam Ja’far al-Shadiq – seorang pemimpin umat, sufi, dan filosof, guru Imam Abu Hanifah dan Imam Malik — juga menyeru : “Sesungguhnya sebaik-baik amal di sisi Allah pada hari kiamat adalah shalat.” (Indoforum, 2008)
Hampir di setiap ayat selalu diawali dengan kata ‘aqimu’ (mendirikan atau menyambungkan dengan sempurna). Sholat merupakan kewajiban yang tidak sekedar dilaksanakan untuk menggugurkan kewajiban, tetapi juga untuk didirikan. Maksud mendirikan di sini adalah mengaplikasikan setiap gerakan sholat dalam kehidupan sehari-hari.
Jika banyak hadits dan ayat menyebutkan bahwa sholat mampu mendamaikan hati yang lelah, banyak pula diselenggarakan pelatihan sholat khusyuk, tetapi faktanya hal tersebut terkadang sulit diterapkan dalam sholat kita. Sejak kecil kita telah dibiasakan melaksanakan sholat. Kebiasaan tersebut seakan-akan hanya merupakan beban. Sehingga ketika kita lupa tidak melaksanakan sholat, maka yang ada di benak kita hanyalah dosa dan bayangan siksa neraka. Hingga sebesar ini, sholat yang kita laksanakan sekedar demi menggugurkan kewajiban. Mulai takbirotul ihrom, pikiran kita hanya mengingat bacaan serta jumlah rokaat sholat, sedangkan perasaan lari kemana-mana, termasuk sibuk dengan masalah dunia. Inilah yang menyebabkan komunikasi dua arah antara kita dengan Allah ‘putus’ di tengah jalan. Hingga lafadz salam diucapkan, ketenangan batin yang sebelumnya sangat kita dambakan hadir, malah berubah menjadi beban yang bertambah. Kita lupa bahwa selama sholat, Allah memperhatikan kita secara menyeluruh.
Sholat harusnya tidak sekedar menjadi rutinitas, tetapi menjadi kewajiban yang mempengaruhi seseorang, termasuk muslimah. Banyak sekali nilai-nilai dalam sholat yang dapat mempengaruhi amal kita, antara lain:
1. Kontrol diri
“(Lukman menasihati putranya Hai Anakku, dirikanlah shalat dan perintahkanlah (kepada manusia) untuk mengerjakan yang makruf dan cegahlah (mereka) dari berbuat mungkar. Dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya itu termasuk urusan-urusan yang tegas (diwajibkan oleh Allah)” (QS. 31 : 17).
Berdasarkan ayat di atas, sholat yang terimplementasi dengan sempurna dapat mencegah seseorang berbuat keji dan mungkar. Jika sholat yang dilaksanakan telah mampu mencegah seseorang berbuat maksiat, maka di situlah ukuran sholat orang tersebut diterima Allah. Orang yang niat mulai mengerjakan sholat, dilarang melaksanakan segala hal yang membatalkan sholat seperti makan dan minum. Meskipun dua hal tersebut bukanlah hal yang diharamkan, tetapi dapat ditahan untuk tidak dikerjakan ketika sholat, maka perbuatan berupa maksiat pun pasti mampu ditahan.
2. Kebersihan
Saat sholat, badan, pakaian, dan tempat sholat harus suci dari hadas dan najis. Muslimah yang baik akan menerapkan hal ini dalam hidupnya. Akan membuang sampah di tempat sampah serta berusaha menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh dan lingkungan. Selain itu juga menjaga hati dan pikirannya dari hal-hal kotor (zina hati, zina mata, dsb).
3. Keteraturan dan disiplin waktu
Dalam QS AnNisa’ : 103 Allah berfirman, “… Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. Berdasarkan ayat ini, melalui sholat Allah mengajarkan pada kita agar memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Mampu mengatur waktu, memprioritaskan amal mana yang harus didahulukan, dan meninggalkan amal yang sia-sia atau hanya membuang-buang waktu saja.
4. Menutup aurat
Salah satu hal yang dapat membatalkan sholat adalah terbukanya aurat. Hal ini mengajarkan kepada setiap muslimah, bahwa kewajiban menutup aurat pada dasarnya tidak sekedar pada waktu sholat, tetapi juga dalam kehidupan umum. Demi menjaga harga dirinya, seorang muslimah tidak diperkenankan membuka auratnya sembarangan, kecuali di depan mahramnya.
5. Tawadlu
Mulai dari takbiratul ihram, rukuk, I’itidal’, sujud, duduk iftirosy, hingga salam, satu-satunya gerakan sholat yang paling esensi adalah sujud. Kepala adalah organ tubuh yang letaknya ada di bagian paling atas tubuh kita. Organ yang paling dihargai. Namun ketika sholat, kepala, tangan, dan kaki terletak sejajar di tanah (tempat sujud). Ini berarti, hanya Allah lah satu-satunya Dzat yang patut dimuliakan, bukan manusia.
6. Peduli kepada sesama muslim
Gerakan sholat selalu ditutup dengan salam. Salam bermakna keselamatan. Sikap ini wajib diaplikasikan oleh setiap orang Islam. Bersikap ramah, tidak berprasangka buruk, dan saling membantu sesama muslim. Hampir setiap ayat yang mewajibkan sholat, selalu disertai dengan kewajiban zakat. Ini juga menunjukkan bahwa kita memiliki kewajiban untuk menyisihkan sebagian harta kita untuk kaum fakir dan miskin.
7. Membina persatuan sesama muslim
Sholat berjamaan dan sholat sendiri, memiliki nilai pahala yang berbeda dalam Islam. Sholat berjamaah diganjar 27 derajat pahala lebih banyak dibanding sholat sendiri. Karena ketika sholat berjamaah, seseorang diajari bagaimana caranya berorganisasi (memimpin dan dipimpin). Dalam sholat setiap orang wajib menghadap kiblat. Ini berarti setiap orang diajarkan untuk bersatu, bukan malah berpecah belah seperti umat Islam sekarang.
8. Menghadirkan kedamaian dan ketenangan hati
Menurut Dadang Hawari bahwa dari sudut kesehatan jiwa, “shalat merupakan pemenuhan salah satu kebutuhan dasar spiritual manusia (basic spiritual need) yang penting bagi ketahanan rohaniah dalam menghadapi berbagai stress kehidupan”. Senada dengan pendapat tersebut, Utsman Najati mengemukakan pendapat seorang dokter, yaitu “Sembahyang memang merupakan sarana terpenting yang diketahui hingga kini, yang menimbulkan kedamaian dalam jiwa dan membangkitkan ketenangan dalam syaraf”. (kasmui.com)
Orang yang sering ibadah shalat akan terhindar dari sifat keluh kesah, gelisah dan bakhil (kikir). Hal ini seperti yang diterangkan dalam QS. Al- Ma’arij ayat 19-23 “Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, Dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, Kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, Yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya,”.
Sebenarnya masih banyak nilai-nilai sholat yang harusnya diimplementasikan seorang muslimah dalam kehidupan sehari-hari. Muslimah yang menerapkan makna sholat dengan baik tidak sekedar menutup aurat ketika sholat saja, tetapi dalam kesehariannya pun mereka akan selalu berusaha menjaga auratnya. Termasuk bagaimana mendidik putra-putrinya (generasi muslim) belajar sholat serta belajar menghadirkan Allah sejak dini pada mereka. Sehingga ketika mereka dewasa tidak lagi menjalankan sholat untuk sekedar menggugurkan kewajiban, tetapi lebih kepada kebutuhan jiwa yang merindukan Allah setiap saat. Jika seorang muslimah mampu memahami makna sholat seperti yang diajarkan Rasulullah, pasti setiap amalnya akan benar-benar tercermin sempurna. Muslimah yang baik tidak akan diam saja jika melihat anaknya lalai mengerjakan sholat. Di dalam hadits, kewajiban mengajarkan sholat pada anak-anak sudah dimulai sejak mereka berusia 7 tahun, dan jika anak-anak telah berusia 10 tahun dan mereka lalai sholat, maka orang tua wajib memukul mereka (pukulan ringan untuk mengingatkan, bukan untuk menyakiti). Demikian pelaksanaan sholat dalam kehidupan sehari-hari seorang muslimah.
Sumber:
Aplikasi Makna Shalat. http://www.kasmui.com diunduh (05062012).
Fildza. 2008. Makna dan Hakikat Shalat. http://www.indoforum.com diunduh (05062012).
Syarif Sulaiman. 2012. Makalah Implementasi Sholat

One thought on “MENEROPONG MUSLIMAH LEWAT SHOLAT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s