Somalia, ‘ber-Ramadhan’ setiap hari

Sobat pernah mendengar kata Somalia? Siapapun yang mendengar nama ini bisa dipastikan ingatannya akan tertuju pada suatu Negara dengan 90% berpenduduk muslim berkulit hitam di pesisir pantai afrika. Negara beribu kota Mogadishu ini terkenal dengan kemiskinan dan kelaparan sepanjang tahun sehingga banyak anak-anak Somalia yang meninggal setiap hari karena malnutrisi.

Termasuk pada saat Ramadhan kemarin, di saat jutaan muslim di Negara lain menikmati sahur dan berbuka di hari pertama, Muslim di Somalia hanya bisa gigit jari. Warga Somalia yang mengungsi ke Kenya untuk menghindari kelaparan mengatakan, mereka pergi karena tak ada makanan untuk berbuka puasa. Biasanya, mau tak mau mereka memang berpuasa karena makanan amat minim.Namun kali ini berbeda, karena tak ada makanan untuk sahur dan berbuka.

“Saya tak puasa. Sebab tak ada makanan untuk sahur dan buka puasa,” ujar Nur Ahmad, pria Somalia yang memiliki enam anak di kamp pengungsi di Mogadishu. (inilah.com 4/8)

Mungkin dengan mudah kita mengatakan, ‘habis makan bakso, enaknya nanti malam makan apa ya?’, tetapi tidak demikian dengan saudara kita sesama muslim dan anak-anak di Somalia. Mereka bahkan tidak tahu apakah besok sama dengan hari ini, yaitu sama-sama tidak bisa makan. UNICEF memperkirakan, 1,25 juta anak di Somalia selatan sangat memerlukan pertolongan, termasuk 640.000 anak yang kini mengalami kelaparan akut. Seperti dikutip dari Al Jazeera, tingkat keseluruhan kematian di kamp-kamp Ethiopia adalah tujuh orang dari 10.000 per hari. Normalnya, tingkat kematian dalam situasi krisis hanya dua per hari. (republika.com 8/8)

Sobat, selain kekeringan terburuk yang melanda Somalia dalam 60 tahun terakhir, krisis Somalia juga disebabkan karena tak kunjung usainya krisis politik yang melanda negeri tanduk Afrika tersebut. Hampir setiap hari terjadi kerusuhan antar etnik. Banyak kalangan yang menduga, kelaparan di negara tersebut terjadi karena pemimpinnya lebih tersita pada masalah perebutan kekuasaan daripada menyejahterakan rakyat.

Sobat, melihat fakta di atas, masihkah kita asyik menghabiskan waktu kita dengan hal-hal yang sia-sia? Tidak mengacuhkan bahkan melupakan kewajiban yang seharusnya diselesaikan seperti belajar, serta menjaga diri dari hal-hal yang tidak bermanfaat? Tidakkah kita berpikir, apa jadinya jika Allah menimpakan situasi yang sama dengan muslim Somalia kepada kita? Naudzubillah, semoga kita mampu bersyukur atas nikmat Allah selama ini.

[diterbitkan di buletin remaja Islam, Ar-Rayyan edisi September 2011]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s