YANG IMUT TAPI BIKIN GAK CUTE

Lihat deh gambar di atas, imut dan lucukan? Eh, tapi siapa sangka ternyata itu hanya penampilan luarnya aja. Gara-gara si imut dan teman-temannya yang lain, jutaan manusia di bumi ini jadi korbannya. Yups, si imut itu gak lain adalah famili narkoba. Pasti akrab kan dengan kata ini? Beberapa bulan yang lalu beritanya cukup gencar lagi setelah beberapa artis dan public figure di negeri ini tertangkap polisi lantaran ‘make’ si imut dan teman-temannya.

Peredaran narkoba (narkotika dan obat-obatan terlarang) dari tahun ke tahun ternyata makin tidak baik. Bahkan di Jember,kotayang warganya mayoritas pendatang dari luarkotaini,plus dengan penduduk yang didominasi oleh lingkungan pesantren, ternyata di tahun 2010 kasusnya naik 25 %. Seperti diberitakan Soka Radio Jember (20/12), Operasi Anti Narkoba (ANTIK) yang dilakukan Satuan Reserse Narkoba Polres Jember menunjukkan data yang mengerikan. Operasi yang dilakukan selama Desember ini berhasil mengungkap 12 kasus yang terdiri atas 2 kasus jenis ganja, 1 shabu-shabu, dan sisanya jenis Trex, Double L. dan Dextro. Kasus narkoba selama 2010 yang berhasil diungkap mencapai 50 kasus atau meningkat 25 % dibandingkan tahun 2009.

Kasus ini hanya di Jember, yang notabenenya masih dalam lingkupkotakecil. Lalu bagaimana dengan kota-kota besar lain di Indonesia? Jangan kaget dengan data yang ditemukan di Bekasi. Masih pada tahun yang sama, sebanyak 95 siswa SD dikotatersebut murni diketahui sebagai pemakai narkoba. Sungguh hal yang memprihatinkan.

Sebenarnya jika ditanya satu persatu, pasti setiap orang di negeri ini mengaku memusuhi narkoba. Bukan hanya lantaran barang-barang itu mutlak terbukti merugikan lahir dan batin, seperti membuat depresi, kehilangan daya pikir, sakau, sering berhalusinasi, dll. Padahal harganya juga tidak murah, kan? tetapi ternyata cukup banyak juga orang yang terjerat olehnya hanya karena ingin memuaskan hasrat sesaat. Adayang ingin dianggap kerenlah, atau karena kata orang, barang2 yang diharamkan Allah ini dapat membuat pikiran nge-fly sejenak dari masalah yang sedang dialami. Hanya sejenak, tetapi efeknya, pemakai justru ketagihan, ingin lagi, dan lagi, hingga akhirnya menjadi ‘junkies’ alias pecandu. Bahkan saat sakau datang, mereka yang sedang kanker (kantong kering) akan mengusahakan apapun, bahkan mencuri, demi dapat membeli barang haram tersebut.

Dengan kenyataan seperti itu, sudah bisa dipastikan, ancaman yang paling besar adalah generasi muda, terutama kaum muslimin di negeri ini akan musnah secara cepat atau lambat. Lalu siapa yang harus bertanggung jawab terhadap fenomena ini? Sebagai bagian dari generasi muda, utamanya sebagai pelajar, tentu tidak cukup jika misalnya sekedar mensosialisasikan gerakan anti narkoba melalui seminar remaja, membagi stiker atau slogan yang bertuliskan ‘Say No to Drugs’, apalagi sampai melakukan demonstrasi. Sebab hal-hal tersebut sifatnya hanya parsial. Seperti yang telah diketahui sejak awal, karena masalah ini tidak berdiri sendiri, maka penyelesaiaannya pun tidak boleh terpisah.

Pertama, kita harus melindungi diri kita dengan tameng keimanan. Jika sejak awal kita punya keyakinan Allah telah mengaharamkan barang ini, maka seharusnya kita menghindarinya. Sebab, jika kita memakai, sekalipun hanya sebutir ekstasi, maka Allah pasti langsung mengganjar kita dengan batu panas dari neraka kelak. Apalagi dengan dampak mematikan dari obat-obatan tersebut yang dapat dilogika seperti pada penjelasan di atas, tentu sudah seharusnya barang-barang tersebut dihindari. Kedua, perlu adanya kontrol masyarakat yang ketat. Bagaimanapun, meski iman telah kuat, tetapi jika lingkungan rusak, sedikit demi sedikit pasti akan mempengaruhi. Ketiga, perlu adanya kontrol penuh dari pemerintah seperti memberikan sanksi yang tegas terhadap pembuat, pengedar, hingga pemaka inarkoba. Jadi tidak sekedar berkoar-koar ‘tidak setuju’ tetapi dibelakang itu, ternyata pemerintah, bahkan aparat mau-mau saja menerima uang suap dari para bandar narkoba lokal ataupun internasional. Ketiga hal tersebut hanya akan terjadi jika terdapat ikatan yang kuat antarindividu. Ikatan tersebut berupa pemikiran dan perasaan yang berlandaskan pada aturan Islam, dan aturan yang mutlak dari Allah ini hanya dapat berkembang di negara yang menerapkan aturan yang serupa.

[UNTUK ADIK YG SEDANG BERJUANG UNTUK LEPAS DARI TEMAN2 SI IMUT: SEMANGAT YA, BOY!]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s