PUASA YANG SIA-SIA

Seusai Griya memasak tumis udang kacang panjang untuk menu sahur saudara-saudara Griya di rumah kontrakan, Griya baru sadar, ini hari ke enam belas di bulan Ramadhan, besok adalah hari ke tujuh belas, dan itu artinya akan ada peringatan Nuzulul Quran. Pantas saja tadi malam cahaya bulan cukup terang. Hm…tapi, ada baiknya kita berpikir sejenak tentang puasa yang kita jalankan di Ramadhan yang telah terlewati setengah ini, apakah telah menjadi ibadah yang diterima Allah, ataukah sekedar selama ini kita hanya menahan lapar dan haus? Tentu bukan hal kedua yang kita harapkan. Berikut ini ada sebuah ringkasan tulisan mengenai puasa yang sia-sia yang Griya dapatkan dari sebuah buku yang Griya baca selepas Isya semalam.

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa.”( TQS. Al Baqarah:183)

Kata puasa berasal dari bahasa Sansekerta, sebagai terjemahan dari kata shaum atau shiyam yang artinya menahan diri. Puasa adalah suatu ibadah untuk menahan diri dari segala sesuatu yang dapat membatalkan mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Sudah fitrah manusia yang mempunyai kelemahan, yaitu ketidaksanggupan untuk menahan diri. Tentu kita masih ingat kan, dengan kisah nabi Adam dan Hawa yang diturunkan Allah ke bumi lantaran tidak mampu menahan diri untuk tidak memakan makanan yang dilarang oleh Allah? Sebagai anak cucu beliau , tentu kita pun memiliki potensi untuk melakukan suatu amal yang dilarang oleh Allah. Adakalanya, saat kita bermaksiat kepada Allah, nilai manusia dalam diri kita hilang dan berganti menjadi nilai hewan. Sebagai hewan, tentu rasa malu dalam diri kita tidak ada. Saat malu dalam diri kita menghilang, apapun bentuk kemaksiatan yang ada, tentu sangat mudah dilakukan.

Coba hitung, sudah berapa kali kah kita berpuasa semenjak kita baligh? Sudahkah puasa yang kita lakukan dari tahun ke tahun sukses mengubah amal dan meningkatkan derajat kita sebagai orang yang bertaqwa di mata Allah? Atau justru nilai nol alias tidak mendapatkan apa-apa? Semua itu bisa jadi karena tidak ada kemauan yang kuat dalam diri manusia untuk meningkatkan kualitas amalnya.

Banyaknya kotoran dalam hati manusia membuatnya terlena dengan kebahagiaan semu yang ada di dunia. Karena itulah, di Ramadhan ini, hati dan pikiran kita perlu dibersihkan. Kata Ramadhan berasal dari kata Ar Ramdhu yang berarti ‘saat matahari terik’. Ramadhan artinya ‘membakar sesuatu’. Sesuatu itu dapat berupa sikap sombong, bodoh, rakus, egois, munafik, dan sebagainya dalam diri manusia. Kadang manusia terlalu sombong, padahal semua yang dimilikinya adalah kenikmatan dan rizki yang berasal dari Allah. Sudah seharusnya kita tidak menyia-nyiakan puasa kita di tahun ini. Karena tidak ada satu makhluk pun yang menjamin, bahwa kita masih dapat bertemu dengan Ramadhan di tahun depan.

Puasa adalah ibadah yang sangat personal. Tidak sama seperti sholat, zakat, dan haji yang wujud ibadahnya bisa dilihat oleh orang lain. Yang mengetahui kita berpuasa atau tidak, hanyalah kita dan Allah. Dalam sebuah hadits qudsi Allah berfirman:

“Dari Abu saleh as Zayyat, ia mendengar Rasulullah bersabda, ‘Allah berfirman, ‘setiap amal anak Adam adalah untuk dirinya sendiri, kecuali puasa. Puasa itu untukKu, dan Akulah yang menentukan pahalanya.’” (HR. Bukhari).

Karena itu, penting sekali untuk menghadirkan Allah di setiap amal kita. Jangan sampai apa-apa yang kita kerjakan merupakan sesuatu yang sia-sia di hadapan Allah. Allah sendiri yang telah menjanjikan berbagai kenikmatan kepada kita selama Ramadhan. Jadi, mumpung kita masih diberi kesempatan, mengapa tidak kita pergunakan sebaik-baiknya? Allahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s