TINDAK ILOKUSI DALAM DIALOG FILM CALO PRESIDEN KARYA TOTO HOEDI

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Bahasa memegang peranan penting dalam kehidupan kita. Bahasa mempunyai banyak fungsi antara lain, sebagai alat komunikasi. Sebagai alat komunikasi bahasa digunakan sebagai alat penyampaian pesan dari diri seseorang kepada orang lain, atau dari penutur kepada mitra tutur, dan dari penulis ke pembaca. Melalui bahasa, manusia berinteraksi menyampaikan informasi kepada sesamanya. Selain itu, manusia dapat mengemukakan ide-idenya, baik secara lisan maupun secara tulisan atau simbol-simbol bahasa. Oleh karena itu bahasa yang digunakan hendaklah dapat mendukung maksud secara jelas agar apa yang dipikirkan, diinginkan, atau dirasakan itu dapat diterima oleh pendengar atau pembaca.

Chaer (dalam Hartyanto, 2008) mengatakan, dilihat dari sudut penutur, maka bahasa itu berfungsi personal atau pribadi (menyebutnya fungsi emotif). Maksudnya, sipenutur menyatakan sikap terhadap apa yang dituturkannya. Si penutur bukan hanya mengungkapkan emosi lewat bahasa, tetapi juga memperlihatkan emosi itu sewaktu menyampaikan tuturannya. Dalam hal ini pihak si pendengar juga dapat menduga apakah si penutur sedih, marah atau gembira. Sedangkan jika dilihat dari segi pendengar atau lawan bicara, maka bahasa itu berfungsi direktif, yaitu mengatur tingkah laku pendengar. Di sini bahasa itu tidak hanya membuat pendengar melakukan sesuatu, tetapi melakukan kegiatan sesuai dengan yang dimaui si pembicara. Hal ini dapat dilakukan penutur dengan menggunakan kalimat-kalimat yang menyatakan perintah, himbauan, permintaan, maupun rayuan.

2

Jika dikaitkan antara penutur dan lawan bicara akan terbentuk suatu tindak tutur dan peristiwa tutur. Peristiwa tutur ini pada dasarnya merupakan rangkaian dari sejumlah tindak tutur yang terorganisasikan untuk mencapai suatu tujuan. Tujuan tersebut merupakan isi pembicaraan.

Kajian tindak tutur merupakan penelitian yang cukup menarik untuk diteliti. Hal ini terbukti dengan banyaknya laporan  penelitian yang membahas kajian tindak tutur. Laporan penelitian yang ditemukan peneliti terkait kajian tindak tutur sangat beragam. Laporan tersebut antara lain laporan Fanda Purnama (2005) yang berjudul “Tindak Tutur Mahasiswa FKG yang Berpraktek dalam Berkomunikasi dengan Pasien di bagian Pedodonsia”; laporan Kukuh Prayoga (2005) yang berjudul “Tindak Ilokusi dalam Tajuk rencana Surat Kabar Kompas”; selanjutnya adalah penelitian yang dilakukan oleh Sholihah Hasan (2008) yang berjudul “Tindak Direktif Bahasa Indonesia dalam Percakapan Tokoh Sinetron Komedi Office Boy di RCTI”.

Penelitian ini mengangkat film sebagai sumber penelitian. Film tersebut berjudul Calo Presiden karya sutradara Toto Hoedi. Film ini merupakan film komedi yang dirilis tahun 2009. Film ini mengangkat isu politik di Indonesia. Peneliti tertarik untuk memilih film ini sebagai bahan penelitian sebab film ini menarik untuk dikaji dari segi pragmatik. Tindak tutur yang terjadi dalam film tersebut juga beragam, misalnya tindak tutur yang berwujud meminta, menasehati, menyuruh, bertanya, dan sebagainya. Selain itu, sepengetahuan peneliti, masih belum ditemukan laporan penelitian tentang tidak ilokusi yang mengangkat film sebagai sumber penelitian.

Berkaitan dengan tindak tutur pada pemaparan di atas, pada penelitian ini akan dideskripsikan tindak tutur dan fungsi tindak tutur pada dialog film. Judul pada penelitian ini adalah “Tindak Ilokusi dalam Dialog Film Calo Presiden Karya Toto Hoedi”. Penelitian ini mengacu pada teori tindak tutur menurut J.L. Austin.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

(1)   Jenis tindak ilokusi apa saja yang digunakan dalam Film Calo Presiden karya Toto Hoedi?

(2)   Fungsi tindak ilokusi apa saja yang digunakan dalam Film Calo Presiden karya Toto Hoedi?

1.3 Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengidentifikasi beberapa hal sebagai berikut.

(1)   Jenis tindak ilokusi yang digunakan dalam Film Calo Presiden karya Toto Hoedi

(2)   Fungsi tindak ilokusi yang digunakan dalam Film Calo Presiden karya Toto Hoedi

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut.

(1)   Bagi mahasiswa, dapat dijadiakn bahan diskusi pada mata kuliah pragmatik

(2)   Bagi guru Bahasa Indonesia, dapat digunakan sebagai bahan pengembangan materi pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya pada pembelajaran keterampilan berbicara

(3)   Bagi peneliti lain, dapat dijadikan acuan untuk mengadakan penelitian sejenis dengan pembahasan yang lebih luas.

1.5 Definisi Operasional

Definisi operasional dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

(1)   Tindak tutur adalah segala tindakan yang ditunjukkan melalui tuturan dalam berkomunikasi misalnya, meminta, mengundang, melaporkan, dan sebagainya.

(2)   Jenis tindak tutur merupakan macam-macam tuturan yang terdapat dalam tindak tutur.

(3)   Tindak tutur ilokusi adalah tindak tutur yang mengandung maksud dan fungsi atau daya tuturan tertentu

(4)   Film adalah karya cipta seni dan budaya yang merupakan media komunikasi massa pandang-dengar

(5)   Film Calo Presiden merupakan film komedi yang mengangkat isu politik. Film ini dikolaborasi dengan ide talkshow komedi Republik Mimpi.

Tindak tutur ilokusi dalam penelitian ini adalah tindak tutur yang berasal dari percakapan para pemain Film Calo Presiden.

2 thoughts on “TINDAK ILOKUSI DALAM DIALOG FILM CALO PRESIDEN KARYA TOTO HOEDI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s