PEMANFAATAN SMS (PESAN SINGKAT) SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN ALTERNATIF DALAM PENGAJARAN BIPA

I. Pendahuluan

Salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar pembelajar BIPA adalah kemampuan tutor dalam memberikan sajian menarik dalam mengajarkan materi BIPA.  Meskipun tidak menutup kemungkinan bahwa faktor-faktor lain seperti motivasi pembelajar, materi ajar, kondisi dan suasana mengajar, juga berpengaruh tinggi dalam meningkatkan hasil belajar. Pada makalah ini penulis  membahas salah satu aspek saja, yaitu media pembelajaran.

Media adalah sebuah alat yang mempunyai fungsi menyampaikan pesan demikian menurut Bovee dalam Ena. Media pembelajaran adalah sebuah alat yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Pembelajaran adalah sebuah proses komunikasi antara pembelajar, pengajar dan bahan ajar. Komunikasi tidak akan berjalan tanpa bantuan sarana penyampai pesan atau media.

Salah satu fungsi penggunaan media dalam pembelajaran adalah agar penyampaian materi ajar menjadi lebih mudah. Dalam kaitannya dengan pembelajaran bahasa Indonesia untuk penutur asing, media pembelajaran dibuat guna memenuhi berbagai kebutuhan pembelajar bahasa asing pada waktu salah satu atau semua faktor yang mempengaruhi pemerolehan bahasa kedua ini sulit didapatkan seperti biaya, waktu, ketidaktersediaan sarana atau media.

Ada banyak jenis media pembelajaran. Salah satunya adalah media elektronik. Dalam sebuah ensiklopedia online, telepon seluler (ponsel) dijelaskan sebagai perangkat komunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar sama dengan telepon konvensional saluran tetap, namun dapat dibawa kemana-mana. Ponsel umumnya juga berfungsi untuk mengirim dan menerima pesan singkat (short message service, SMS). Sekarang ponsel menjadi perangkat multifungsi. Bahkan dapat dikatakan sebuah ponsel memilki kemampuan mini sebuah perangkat  komputer.

Kebanyakan media pembelajaran yang digunakan dalam menyajikan materi pembelajaran di kelas BIPA adalah dengan media berbasis komputer. Padahal ada juga media elektronik lain yang dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran BIPA, yaitu dengan pesan singkat (SMS).

II. Mengapa SMS?

Hampir setiap orang di semua bidang kehidupan kini menggunakan ponsel. Tujuannya adalah agar pemenuhan kebutuhan hidup dan mereka menjadi lebih cepat dan mudah. Mereka menggunakan ponsel tidak hanya untuk melakukan dan menerima panggilan, tetapi juga untuk menerima dan mengirim pesan. Semua itu adalah agar proses penyampaian informasi menjadi lebih mudah. SMS merupakan jenis layanan informasi yang pengiriman datanya dibatasi hanya sebanyak 160 karakter.

Dalam kesehariannya seorang pembelajar BIPA tentu tidak lepas dari kegiatan interaksi dengan penutur asli bahasa Indonesia. Interaksi  dengan penutur asli, tentu tidak hanya ada di dalam kelas, tetapi mungkin saja lebih banyak terjadi di luar kelas. Misalnya ketika mereka menerima dan mengirim pesan singkat dengan penutur asli, akan ada ragam bahasa yang tidak mereka temukan di dalam proses  belajar kelas.

Menurut Tupan (2009), kenyataan yang terjadi di lapangan dapat membuat pembelajar ‘frustasi’ karena ragam Bahasa Indonesia yang dipelajarinya di kelas sering tidak dapat digunakan sepenuhnya ketika mereka berinteraksi dengan para penutur asli. Termasuk ketika mereka melakukan kegiatan megirim dan menerima pesan singkat.Hal ini disebabkan karena ragam bahasa yang digunakan penutur asli, dalam konteks pergaulan, adalah ragam bahasa lokal

Kesederhanaan media SMS dapat menjadi kelebihan tersendiri dalam pengajaran BIPA sebab dipastikan semua pembelajar mampu menggunakan layanan atau fitur ini. Akan tetapi perlu diingat bahwa ragam bahasa tulis dalam SMS berbeda dengan ragam bahasa tulis secara umum. Seperti istilahnya, karena pengiriman data terbatas 160 karakter, data yang disampaikan pun harus singkat. Oleh karena itu, tentu seorang pembelajar dituntut belajar lebih. Disinilah seorang tutor dapat menjadikan SMS sebagai media pembelajaran dalam pembelajaran BIPA, terutama untuk memahami ragam bahasa SMS di lingkungan pembelajar.

Meskipun layanan pesan singkat ini sebenarnya merupakan layanan komunikasi untuk pengguna ponsel secara umum, namun juga dapat dipergunakan untuk membuat media pembelajaran bahasa. Sebagai media alternatif, tutor tinggal mengolah  media ini menjadi alat penyaji materi yang menarik. Tanpa perlu mengeluarkan biaya lebih atupun proses penyiapan media yang biasanya memakan waktu lama. Selain itu, melalui media SMS, tutorjuga dapat mengajarkan ragam bahasa tulis dalam SMS sebagai bagian dari budaya Indonesia. Melalui media SMS, seorang tutor juga dapat meningkatkan keterampilan menulis  pembelajar.

III. Penggunaan SMS dalam Pembelajaran BIPA

Penggunaan SMS untuk memahami ragam bahasa Indonesia dapat dilakukan pembelajar asing dengan atau tanpa bantuan tutor. Pemahaman ragam bahasa tulis dalam SMS di luar proses pembelajaran, dapat dilakukan pembelajar ketika melakukan interaksi denagn penutur asli bahasa Indonesia.  Sedangkan di kelas, dengan bantuan tutor, pembelajar membaca dan memahami isi SMS. Kemudian tutor mengecek pemahaman pembelajar dan setelah itu pembelajar diminta untuk membuat jawaban atas SMS tersebut. Penggunaan media SMS tersebut dapat dicontohkan sebagai berikut.

  1. Tutor meminta penutur asli dan pembelajar melakukan percakapan dengan SMS terkait aktivitas di pagi hari. Hal ini bertujuan untuk mengecek pemahaman pembelajar melalui jawaban SMS yang dikirimnya kepada teman (penutur asli bahasa Indonesia)

‘pgi…ud bgun? – Dian ’

‘sudah. – Jane ’

‘tz? – Dian’

‘tos juga. – Jane’

‘bkn, mksudny hbs ni mo ap? – Dian’

‘saya ingin sarapan. – Jane’

‘breng y? qtgu dkntin. Cpt. Ntr selak abis mknan favmu – Dian’

‘ya, saya ingin ganti baju dulu. Tolong pesankan selak abis. Isinya pisang atau kacang hijau? – Jane’

‘bkn. maksdku nasi pecel makanan favoritmu nanti keburu habis. – dian’

Dari contoh percakapan SMS tersebut, tampak jika pembelajar tidak paham dengan istilah ragam bahasa lokal. Jika hal ini terjadi, tutor dapat memberikan pembahasan lebih lanjut tentang beberapa kata dan istilah dalam ragam lokal.

  1. Tutor meminta penutur asli seakan-akan melakukan SMS dengan pembelajar terkait adanya rapat.

‘ jgn lp ntr rpt d gd.1 j.10. mf ak tlt. mw antr ibu ke RS – Dian ’

Dari contoh SMS dari penutur asli tersebut kemudian oleh tutor, pembelajar diminta untuk menjelaskan isi SMS dengan menjadikan masing-masing kata yang disingkat, menjadi kata-kata yang utuh.

‘jangan lupa ntar ada rapat di gedung 1 jam 10.  Maaf aku telat. Mau antar ibu ke Rumah Sakit – Dian’

Atau tutor dapat meminta pembelajar menjawab beberapa pertanyaan terkait dengan isi SMS  seperti berikut.

–          Rapat diadakan di…

–          Pukul berapa rapat dimulai?

–          Dian terlambat karena……

  1. Karena tidak semua SMS berisi informasi, Tutor dapat meminta penutur asli melakukan kegiatan SMS kepada pembelajar terkait dengan teka-teki atau puisi lucu yang biasanya sering dikrim melalui SMS.

‘Jangan

jangan jln didepanq… ak g keliatan

jangan jln diblakangq… ak bkn bodyguardmu

jangan jln disampingq…  krn disampingq ad selokan!’

‘Hutan

1 pohon bsa jadi hutan …

1 senyuman bsa jadi prhatian …

1 sentuhan bsa jadi hal yg tak trlupakan …

1 orang sepertimu bsa jd rebutan …

Tapi …

Di HUTAN’

Dari contoh-contoh puisi lucu tersebut tutor meminta pembelajar untuk menjelaskan maksud dari masing-masing puisi.

IV. Kesimpulan

Secara umum, hingga kini media yang masih banayk digunakan dalam pembelajaran BIPA adalah media konvensional. Sekalipun menggunakan media elektronik semacam computer, namun, masih belum maksimal. Dengan menggunakan media SMS atau pesan singkat, seorang tutor  dapat menyajikan materi pembelajaran dengan menarik. Pembelajar juga dapat memberikan masukan kepada tutor untuk menyajikan materi lebih menarik dengan media yang sama pada beberapa kali pertemuan. Sehingga media atau materi yang diberikan pun dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan pembelajar. Dengan demikian pembelajar akan lebih mudah menyerap bahasa sasaran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s