bahasa indonesia

RSBI Mengerdilkan Bahasa Indonesia

Posted on Updated on

 RSBI (Rintisan Sekolah Berstandar Internasional) semua siswa  ingin dapat diterima disekolah RSBI padahal biaya masuk sekolah juga tidak sedikit,Mungkin orang-orang memilih kualitas dari pada biaya karena di sekolah RSBI lebih mementingkan bahasa inggris di bandingkan bahasa indonesia,yang notabene bahasa inggris lebih keren dari pada bahasa Indonesia yang seakan-akan bahasa Indonesia sudah tidak berstandar lagi,padahal bahasa bangsa kita juga penting  sebagai ciri bangsa.

                Mulai tergesernya bahasa Indonesia karena sebagian besar masyarakat Indonesia lebih mementingkan untuk mempelajari bahasa asing yang lebih menjanjikan untuk kedudukan dan taraf ekonomi yang lebih baik. Sebagai contoh, sebagian besar (hampir semua) perusahaan mengutamakan pelamar dapat berbahasa Inggris tetapi jarang perusahaan yang mengutamakan dapat berbahasa Indonesia.

           Bagi bangsa Indonesia bahasa Indonesia tidak hanya merupakan alat komunikasi untuk berkomunikasi antara satu orang dengan orang lain, namun juga sebagai alat pemersatu bangsa. Bilingualism di Indonesia tidak hanya terjadi antara bahasa Indonesia dengan bahasa asing, namun juga antara bahasa Indonesia dengan bahasa daerah yang terdapat disuatu wilayah. Semakin populernya bahasa asing terutama bahasa Inggris dirasa semakin memudarkan kecintaan masyarakat Indonesia terhadap bahasa Indonesia Harusnya kita sebagai sebuah bangsa yang besar bisa menyebarkan bahasa Indonesia ke seluruh dunia. Namun, yang saya lihat belakangan ini orang “kita” yang notabene telah dijejali oleh pelajaran Bahasa Indonesia semasa sekolah sangat mengagungkan bercakap-cakap dengan bahasa asing yang nampak lebih keren.

           Banyak anak dari hasil pernikahan campur yang dimasukkan ke sekolah internasional dan tinggal di Indonesia tetapi mengalami kesulitan berbahasa Indonesia. Sungguh suatu keajaiban. Karena menurut saya, lingkungan pasti mempengaruhi perkembangan bahasanya. Apakah mereka tidak pernah bergaul dengan orang kita? Mengapa orangtua mereka yang berdarah Indonesia tidak mengajarkan bahasanya?

          Padahal bahasa sendiri dapat menjadi sebuah pemersatu sebuah bangsa ataupun penghubung manusia yang satu dengan yang lainnya. Menurut Wikipedia, Bahasa adalah penggunaan kode yang merupakan gabungan fonem sehingga membentuk kata dengan aturan sintaks untuk membentuk kalimat yang memiliki arti. Bahasa erat kaitannya dengan kognisi pada manusia, dinyatakan bahwa bahasa adalah fungsi kognis tertinggi dan tidak dimiliki oleh hewan. Ilmu yang mengkaji bahasa ini disebut sebagai linguistik.

           Pengaruh bahasa asing terhadap bahasa Indonesia di jaman globalisasi ini tidak dipungkuri dapat menyebabkan pengaruh positif maupun negatif. Pada situasi bangsa Indonesia saat ini yang masih merupakan negara berkembang sehingga menyarankan penggunaan bahasa asing agar dapat bersaing dengan bangsa-bangsa maju lainnya. Tetapi bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa juga tidak boleh diabaikan dan tetap harus dipertahankan keberadaanya (dalam konteks bahasa baku atau bahasa Indoensia yang baik dan benar). Semua itu tergantung kembali kepada setiap individu masyarakat Indonesia dan jangan sampai bahasa asing menggeser bahasa nasional bangsa Indonesia.

     Bagi kita sebagai bangsa yang sedang tumbuh dan berupaya mengokohkan jati dirinya agar sejajar dengan bangsa-bangsa lain yang telah maju, kondisi di atas sangat memprihatinkan dan karenanya diperlukan kebijakan pemerintah mengatasi persoalan tersebut. Jika tidak, saya khawatir bahasa Indonesia akan menjadi bahasa “asing” karena melimpahnya kosakata asing dari berbagai bahasa di seluruh dunia dan pada saat yang sama bahasa daerah akan lenyap. Saya takut jika kita tidak akan lagi mendengar orang berbahasa daerah. Karena itu, jangan heran jika kelak anak orang Jawa tidak lagi bisa berbahasa Jawa!

Oleh: Imroatul Fitroh dari berbagai sumber (XII TPHP)