Langka BBM Sudah Biasa, Langka Orang Bisa Berbahasa Indonesia itu Baru Luar Biasa!

Oleh : Riyan Hariyanto (Taruna angkatan 12 SMK Perikanan dan Kelautan Puger)

Gambar

 

Bahasa Indonesia adalah bahasa melayu yang dijadikan bahasa resmi Republik Indonesia dan Persatuan Bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia diresmikan penggunaannya setelah Proklamasi kemerdekaan Indonesia tepatnya sehari sesudahnya bersamaan dengan mulai berlakunya konstitusi. Di Timor Leste, bahasa Indonesia berstatus sebagai bahasa kerja. Dari sudut pandang linguistik, bahasa Indonesia adalah salah satu dari banyak ragam melayu. Dasar dipakai adalah bahasa Melayu Riau (Wilayah Kepulauan Riau).

          Sebagai orang Indonesia, sudah sepantasnya kita menggunakan Bahasa Indonesia dan menyadari seberapa pentingnya kita berbahasa Indonesia dengan baik. Dan kita sebagai orang Indonesia wajib hukumnya untuk bisa berbahasa Indonesia. Namun pada kenyataannya tidak ada, banyak orang Indonesia yang tidak bisa berbahasa Indonesia. Apa penyebab orang Indonesia banyak yang tidak berbahasa Indonesia? Dan mengapa orang Indonesia banyak yang tidak bisa berbahasa Indonesia?

          Penyebab orang Indonesia banyak yang tidak bisa berbahasa Indonesia, disebabkan oleh 2 faktor yaitu :

  1. Faktor Internal

Faktor Internal itu adalah faktor yang sudah ada sejak awal, atau faktor yang berada dari dalam suatu hal (manusia itu sendiri)

Contohnya : Kepribadian yang malas belajar mengakibatkan orang tersebut tidak bisa berbahasa Indonesia.

  1. Faktor Eksternal

Faktor Eksternal itu adalah faktor tambahan yang berasal dari hal-hal asing yang berada dari luar.

Contohnya : a. Keluarga

                   b. Lingkungan / tepat tinggal

                   c. Sekolah

                   d. Teman

                   e. Media massa

                   f. Artis idola

 a.Keluarga

Jika seseorang memiliki keluarga yang mempunyai bahasa adat saja dan tidak bisa berbahasa Indonesia, maka anak-anaknya tidak bisa Bahasa Indonesia, contohnya adat yang berada di Papua, di sana sangat minim orang yang bisa berbahasa Indonesia.

b.Lingkungan / tempat tinggal

Seseorang tidak bisa berbahasa Indonesia di sebabkan karena lingkungan tempat tinggal. Contohnya orang yang tinggal didekat perbatasan Indonesia – Malaysia. Orang Indonesia banyak yang tidak bisa berbahasa Indonesia tapi mereka pandai berbahasa Malaysia.

c.Sekolah

Banyak anak yang tidak bisa berbahasa Indonesia di sebabkan sekolah, karena di sekolah guru biasanya memakai bahasa campuran,seperti; Bahasa Indonesia, Jawa, Batak, dll sehingga kurang dimengerti oleh murid sehingga kemampuan berbahasa Indonesia murid sangat minim.

d.Teman

Teman merupakan pengaruh terbesar setelah media massa dikarenakan apa?. Dengan adanya teman kemampuan bahasa kita tidak bisa diatur, biasanya banyak menggunakan bahasa campuran, alay, dan bahasa asing.

e.Media Massa

Media massa merupakan pengaruh terbesar dikarenakan di media massa banyak informasi, banyak orang yang menganggap Bahasa Indonesia adalah bahasa kampungan, sehingga mereka tidak mau belajar dan mereka memilih bahasa asing karena dianggap lebih bagus. Dan disinilah permasalahannya di media massa tersedia kamus bahasa asing dari berbagai negara, jadi mereka gunakan media massa utuk belajar bahasa tersebut.

 f.Artis idola

Banyak orang menganggap artis idola adalah contoh terbaik untuk hidupnya, Maka dari itu banyak sebagian orang mengubah gaya hidupnya seperti artis tersebut dari mulai berbusana, makan, dan bahasa. Jika artis tersebut artis Korea orang tersebut biasanya akan belajar bahasa Korea dan tidak belajar Bahasa Indonesia bahkan akan melupakannya.

           Itulah faktor-faktor penyebab orang Indonesia tidak bisa berbahasa Indonesia atau sangat minimnya bisa berbahasa Indonesia. Kita sebagai orang Indonesia sangat malu jika tidak bisa Bahasa Indonesia, dikarenakan apa? Kita itu adalah orang Indonesia sudah sepantasnya kita bisa Bahasa Indonesia.

           Kita sebagai generasi muda harus mempertahankan dan melestarikan bahasa kita. Tadi telah disebutkan faktor-faktor, sekarang saya akan menyebutkan solusi-solusi agar orang bisa berbahasa Indonesia dengan baik. Diantaranya :

  1. Orang tua harus mengajarkan Bahasa Indonesia sejak kecil.
  2. Memilih sekolah yang menerapkan Bahasa Indonesia dengan baik.
  3. Memilih tempat tinggal yang memiliki lingkungan dan teman yang mendukung ilmu berbahasa Indonesia.
  4. Jangan banyak-banyak mempelajari bahasa asing, “ pelajarilah bahasa asing, jika Bahasa Indonesiamu sudah baik
  5. Kurangi berbahasa alay
  6. Kurangi mendengarkan lagu asing

Itulah solusi agar kita bisa berbahasa dengan baik, kita sebagai orang Indonesia sudah sepantasnya kita bisa berbahasa Indonesia, bukan malah melupakannya atau bahkan menghinanya. Jagalah Bahasa Indonesia dengan baik dikarenakan Bahasa Indonesia merupakan Bahasa Persatuan Indonesia.

Jangan pernah cintai bahasa asing sebelum kamu mencintai Bahasa Indonesia

Ingat, jangan sekalipun membenci Bahasa Indonesia karena itu adalah Bahasa Negeri Indonesia

Slogan-slogan diatas merupakan kata-kata agar kita selalu ingat, mencintai, menjaga, melestarikan bahasa kita yaitu Bahasa Indonesia.

RSBI Mengerdilkan Bahasa Indonesia

 RSBI (Rintisan Sekolah Berstandar Internasional) semua siswa  ingin dapat diterima disekolah RSBI padahal biaya masuk sekolah juga tidak sedikit,Mungkin orang-orang memilih kualitas dari pada biaya karena di sekolah RSBI lebih mementingkan bahasa inggris di bandingkan bahasa indonesia,yang notabene bahasa inggris lebih keren dari pada bahasa Indonesia yang seakan-akan bahasa Indonesia sudah tidak berstandar lagi,padahal bahasa bangsa kita juga penting  sebagai ciri bangsa.

                Mulai tergesernya bahasa Indonesia karena sebagian besar masyarakat Indonesia lebih mementingkan untuk mempelajari bahasa asing yang lebih menjanjikan untuk kedudukan dan taraf ekonomi yang lebih baik. Sebagai contoh, sebagian besar (hampir semua) perusahaan mengutamakan pelamar dapat berbahasa Inggris tetapi jarang perusahaan yang mengutamakan dapat berbahasa Indonesia.

           Bagi bangsa Indonesia bahasa Indonesia tidak hanya merupakan alat komunikasi untuk berkomunikasi antara satu orang dengan orang lain, namun juga sebagai alat pemersatu bangsa. Bilingualism di Indonesia tidak hanya terjadi antara bahasa Indonesia dengan bahasa asing, namun juga antara bahasa Indonesia dengan bahasa daerah yang terdapat disuatu wilayah. Semakin populernya bahasa asing terutama bahasa Inggris dirasa semakin memudarkan kecintaan masyarakat Indonesia terhadap bahasa Indonesia Harusnya kita sebagai sebuah bangsa yang besar bisa menyebarkan bahasa Indonesia ke seluruh dunia. Namun, yang saya lihat belakangan ini orang “kita” yang notabene telah dijejali oleh pelajaran Bahasa Indonesia semasa sekolah sangat mengagungkan bercakap-cakap dengan bahasa asing yang nampak lebih keren.

           Banyak anak dari hasil pernikahan campur yang dimasukkan ke sekolah internasional dan tinggal di Indonesia tetapi mengalami kesulitan berbahasa Indonesia. Sungguh suatu keajaiban. Karena menurut saya, lingkungan pasti mempengaruhi perkembangan bahasanya. Apakah mereka tidak pernah bergaul dengan orang kita? Mengapa orangtua mereka yang berdarah Indonesia tidak mengajarkan bahasanya?

          Padahal bahasa sendiri dapat menjadi sebuah pemersatu sebuah bangsa ataupun penghubung manusia yang satu dengan yang lainnya. Menurut Wikipedia, Bahasa adalah penggunaan kode yang merupakan gabungan fonem sehingga membentuk kata dengan aturan sintaks untuk membentuk kalimat yang memiliki arti. Bahasa erat kaitannya dengan kognisi pada manusia, dinyatakan bahwa bahasa adalah fungsi kognis tertinggi dan tidak dimiliki oleh hewan. Ilmu yang mengkaji bahasa ini disebut sebagai linguistik.

           Pengaruh bahasa asing terhadap bahasa Indonesia di jaman globalisasi ini tidak dipungkuri dapat menyebabkan pengaruh positif maupun negatif. Pada situasi bangsa Indonesia saat ini yang masih merupakan negara berkembang sehingga menyarankan penggunaan bahasa asing agar dapat bersaing dengan bangsa-bangsa maju lainnya. Tetapi bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa juga tidak boleh diabaikan dan tetap harus dipertahankan keberadaanya (dalam konteks bahasa baku atau bahasa Indoensia yang baik dan benar). Semua itu tergantung kembali kepada setiap individu masyarakat Indonesia dan jangan sampai bahasa asing menggeser bahasa nasional bangsa Indonesia.

     Bagi kita sebagai bangsa yang sedang tumbuh dan berupaya mengokohkan jati dirinya agar sejajar dengan bangsa-bangsa lain yang telah maju, kondisi di atas sangat memprihatinkan dan karenanya diperlukan kebijakan pemerintah mengatasi persoalan tersebut. Jika tidak, saya khawatir bahasa Indonesia akan menjadi bahasa “asing” karena melimpahnya kosakata asing dari berbagai bahasa di seluruh dunia dan pada saat yang sama bahasa daerah akan lenyap. Saya takut jika kita tidak akan lagi mendengar orang berbahasa daerah. Karena itu, jangan heran jika kelak anak orang Jawa tidak lagi bisa berbahasa Jawa!

Oleh: Imroatul Fitroh dari berbagai sumber (XII TPHP)