Keterampilan Membaca

Posted on

Membaca merupakan proses merekonstruksi makna sebuah teks. Dalam pengertian ini, membaca merupakan suatu usaha untuk menjejaki makna yang ada dalam sebuah tulisan.

Keterampilan membaca:

  • Keterampilan membaca reseptif yaitu keterampilan membaca yang menerima informasi darim sumber tertulis. Dalam membaca terdapat proses menggali dan mengangkat makna dari sebuah teks secara keseluruhan. Proses ini membutuhkan keaktifan berpikir.
  • Keterampilan membaca apresiaif yaitu kegiatan membaca yang bertujuan untuk menghargai isi suatu karyaatau untuk maksud tertentu. Misalnya membaca cerita untuk diambil humornya saja.
  • Keterampilan membaca fungsional adalah proses membaca yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan. Misalnya untuk memecahkan masalah, untuk menyegarkan sikap dan pandangan keduniaan, untuk mendapatkan ide baru, untuk mendapatkan gagasan pokok, dan sebagainya. (Harris,1962)

 

Pada umumnya tujuan membaca di sekolah diarahkan untuk meningkatkan kompetensi kebahasaan atau pemerolehan kemampuan berbahasa. Nuttal (1982) merumuskan tujuan pengajaran membaca adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa agar dapat membaca teks asli yang belum pernah dikenalnya dengan tingkat kecepatan yang memadai dan tidak mengalami hambatan dengan pemahaman yang tepat. Mile A. Tinker dan Constance Mc Cullogh (1975:196-198) juga menyatakan tujuan pengajaran membaca adalah mengerti dan merespon bacaan.

 

Membaca inferensi merupakan membaca melalui proses berpikir yang berupa penarikan kesimpulan berdasarkan pernyataan yang ada dalam wacana. Penarikan kesimpulan dilakukan secara otomatis untuk memperoleh pengertian-pengertian yang mendalam.

Contoh:

(a)    Parman mengambil tongkat.

Ia memukul Joko.

Inferensi: Parman memukul Joko dengan tongkat.

(b)   Pak Hari memberi uang pada Dian.

Inferensi: Pak Hari mempunyai uang.

(c)    Dian mengambil gelas.

Inferensi: Dian mungkin ingin minum.

(d)   Gelombang penolakan terhadap pengesahan undang-undang (UU) Badan Hukum Pendidikan (BHP) terus berlanjut. Kemarin, puluhan aktivis yang menamakan diri Front Mahasiswa Universitas Jember (Unej) juga melakukan aksi penolakan. Aksi kemarin juga diwarnai pembakaran jas almamater sebagai ungkapan kekecewaan mahasiswa atas sikap universitas yang mendukung UU BHP.

Inferensi: penolakan UU BHP terus berlanjut.

 

Mile A. Tinker dan Constance Mc Cullogh (1975:9) mengutip pengertian Membaca pemahaman dari beberapa ahli. Clymer, dengan memperhatikan taksonomi Barret berpendapat bahwa aspek membaca pemahaman meliputi (1) pemahaman literal, (2) pengingatan, (3) pengorganisasian, (4) pemahaman inferensial, (5) evaluasi, dan (6) apresiasi. Gray mendefinisikan pemahaman wacana tulis, meliputi (1) kemampuan membaca tersurat (2) kemampuan membaca tersirat, dan  (3) kemampuan membaca tersorot. Pendapat Gray ini direvisi oleh Robinson, yaitu (1) memecahkan kode, (2) mengambil maksud penulis, (3) menguji dan mengombinasikan pemahaman bacaan dengan latar pengalaman, dan (4) mengaplikasikan ide-ide dan nilai-nilai.

 

Dalam sebuah modul Bidang Studi Bahasa dan Sastra Indonesia (2008:30), aspek kemampuan membaca pemahaman dibagi menjadi empat, yaitu: (1) pemahaman literal adalah kemampuan memahami informasi secara eksplisit untuk mendapatkan makna kata, gagasan dan kalimat dalam konteks langsung; (2) interpretasi yaitu melibatkan keterampilan berpikir untuk mengidentifikasi gagasan dan makna yang tidak eksplisit dinyatakan dalam suatu bacaan dengan membuat generalisasi, mementukan hubungan sebab-akibat, membuat perbandingan, dan lain-lain; (3) membaca kreatif yaitu mencoba menerapkan gagasan yang telah ada dalam situasi baru; (4) membaca kritis yaitu mampu menilai gagasan-gagasan penulis serta menilai kebenarannya.

Jadi membaca pemahaman merupakan proses aktif yang di dalamnya melibatkan banyak faktor. Keterlibatan faktor itu bertujuan untuk memperoleh pemahaman terhadap bacaan yang dibaca. Dalam pemahaman tersebut terdapat proses interaksi antara pembaca yang dituntut kemampuannya mengolah informasi dalam bacaan dalam peristiwa membaca. Sedangkan faktor-faktor untuk membaca pemahaman hadir secara utuh dan saling terkait.

 

Membaca secara aktif sama dengan bercakap-cakap dengan penulisnya. Pembaca bersama penulis sama-sama berpikir tentang masalah yang dikemukakan.  Dalam posisi ini tidak hanya mengerti maksud penulis, namun juga mampu membandingkan, menganalisa dan menilai dengan apa yang dimiliki pembaca serta penulis lain.

 

Keterbacaan adalah suatu keadaan unsur kebahasaan sebuah teks yang menentukan mudah-tidaknya sebuah teks untuk dibaca. Pengukuran keterbacaan didasarkan pada panjang kata dan struktur kalimat. Ketersesuaian adalah keadaan teks bacaan yang didasarkan fisik pembaca menurut tingkat usia dan lingkungan pendidikan.

 

Tahapan membaca

  • Kegiatan prabaca yaitu kegiatan sebelum aktivitas membaca inti yang bertujuan untuk mengidentifikasi, mengenali topik atau gagasan tentang isi bacaan serta pengorganisasiannya serta membangkitkan skemata siswa berkaitan dengan isi bacaan. Pada tahap ini guru harus:
  1. menjelaskan tujuan dan langkah-langkah pembelajaran mambaca pemahaman.
  2. memberikan pernyataan-pernyataan yang dapat membangkitkan skemata siswa berkaitan dengan isi bacaan.
  • Kegiatan saat baca yaitukegiatan inti yang dilakukan siswa untuk menemukan dan memahami gagasan-gagasan pokok, serta gagasan penunjang dengan berdiskusi antar teman.pada tahap ini guru:
  1. Meminta siswa memebaca bacaan
  2. Memberikan pertanyaan-pertanyaan yang memebentuk siswa agr mampu memecahkan masalah yang terdapat dalam bacaan
  3. Meminta siswa berdiskusi dalam menjawab pertanyaan yang diajukan guru dengan sesama teman
  4. Berdasarkan jawaban pertanyaan, guru meminta siswa memantapkan interpretasinya
  5. Meminta siswa membaca kembali teks bacaan untuk memantapkan pemahamannya.
  • Kegiatan pascabaca yaitu kegiatan pemantapan pemahaman dengan kegiatan pemecahan masalahyang telah dibuat berdasarkan isi bacaan. Pada tahap ini guru:
  1. Meminta siswa membacakan jawaban pertanyaan
  2. Meminta siswa memberikan tanggapan atau pendapat terhadap jawaban temannya
  3. Mengarahkan siswa untuk memiliki sendiri hasil tugas yang telah dikerjakan selama pembelajaran, benar, salah, atau perlu direvisi
  4. Memberikan teks membaca pemahaman yang meliputi gagasan utama dan kesimpulan bacaan
  5. Meminta siswa membandingkan isi bacaan dengan pengalaman siswa sendiri dan menanyakan maksud penulis.
About these ads

Satu pemikiran pada “Keterampilan Membaca

    mas'ud berkata:
    Januari 30, 2011 pukul 6:16 am

    bagus2…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s