PROSES PEMBUATAN KAPAL FIBER DI PT F1 PERKASA ROGOJAMPI BANYUWANGI *

Posted on Updated on

proses pembuatan kapal
proses pembuatan kapal
proses pemasangan mesin
proses pemasangan mesin

(*Laporan ini dibuat bulan September 2013 oleh taruna jurusan Teknika Kapal Penangkap Ikan angkatan XI SMK Perikanan dan Kelautan Puger Jember sebagai syarat mendapatkan sertifikat prakerin)

 

Bahan-bahan untuk membuat kapal fiber

  1. Minyak Resin: minyak resin bahan dasarnya terbuat dari minyak bumi dan residu tumbuhan.
  2. Katalis: cairan kimia untuk campuran minyak resin supaya terjadi pengerasan secara kimia/sering juga di sebut hardener.
  3. Talc (tepung khusus): talc digunakkan untuk membuat lem fiber, serta untuk membuat campuran cat plincoat.
  4. Mat (serat halus): terbuat dari bahan polyester, berguna sebagai media lapisan permukaan sebuah plat fiber.
  5. Roving (serat kasar): terbuat dari bahan polyester/epoxy, digunakan sebagai media lapisan tengah dari plat fiberglass.
  6. Pemolesan wax berfungsi memudahkan kapal untuk di angkat pemolesan wax dilakukan sepuluh kali dengan cara mengoleskan wax cetakan secara pada majun dan menekan permukaan secara merata.

1.1    Pencetakan bagian kapal

Semua bagian kapal dicetak dengan menggunakan bahan fiber yang terdiri dari resin, katalis, mat dan ropping melalui sebuah cetakan yang disusun dan dibuat secara terpisah yang akan digabungkan jika semua sudah selesai dicetak.

1)                  Penggabungan dua cetakan

Pertama-tama cetakan disambung dengan dempul serta melapisi celah-celah cetakan dengan dempul dan untuk meratakan cetakan agar saat digunakan menjadi rata dan tidak memiliki celah pada saat dicetak. Pendempulan ini dilakukan pada saat cetakan akan dibuat setiap cetakan. Pada saat pendempulan sebaiknya dempul diberi katalis agar cepat kering lalu dapat dihaluskan dengan  menggunakan rempelas agar tidak kasar dan halus pada hasil cetakan.

2)                  Pemberian wax

Pemberian wax pada tiap-tiap bagian yang akan digunakan untuk mencetak semua bagian kapal. Pemberian wax ini dengan dengan cara di gosok dengan menggunakan majun atau kain sampai merata dan sampai terlihat licin. Tujuannya agar pada saat hasil cetakan akan di lepas tidak menyatu dengan cetakan sehingga hasil cetakan menjadi halus tanpa ada warna dasar yang hilang.

3)                  Pemberian warna dasar (jelgood)

Pemberian warna dasar biru dilakukan dibagian bawah dan warna dasar putih dibagian atas pada cetakan yang sudah di beri wax digosok sampai licin. Pemberian warna pada cetakan bertujuan untuk memberi warna dasar pada tiap-tiap kontruksi yang akan dibuat. Pemberian warna dasar tersebut juga bertujuan untuk menjadikan hasil cetakan mudah di lepas dari cetakannya.

4)                  Pelapisan bagian dengan bahan fiber

Pelapisan semua bagian cetakan dengan bahan fiber yang terdiri dari meet,ropping,resin dan katalis. Mat dan ropping disusun saling bertumpangan lalu diolesi dengan resin yang sudah tercampur dengan katalis. Pemasangan saling bergantian bertujuan agar hasil cetakan tidak mudah patah pada saat digunakan.

5)                  Pembuatan dan pemasangan tulangan pada cetakan

Pembuatan tulangan biasanya terbuat dari bahan fiber yang terdiri dari mat yang diolesi dengan resin yang sudah tercampur katalis, dengan cetakan tulangan  berbentuk huruf U setelah selesai membuat tulangan di lakukan pemasangan tulangan pada bagian-bagian cetakan dengan panjang  50 cm dan lebar 50 cm hingga semua bagian cetakan terpenuhi. Tulangan yang sudah di tata sesuai dengan ukuran lalu didempul di sisi kanan dan kiri. Pendempulan ini bertujuan untuk menyatukan tulangan dengan cetakan. Setelah itu tuangan di lapisi dengan meet dan ropping yang diolesi dengan resin yang sudah dicampur dengan katalis, bertujuan untuk menutupi dempul dan untuk menambah kekuatan tulangan pada cetakan.

1.2    Pelapisan bagian kapal

Semua bagian pada kapal dilapisi dengan menggunakan bahan fiber yang terdiri dari mat, ropping, katalis dan resin pelapisan ini di gunakan pada saat semua cetakan sudah jadi karena pelapisan dibuat juga untuk mempersatukan semua cetakan agar menjadi satu. Pelapisan ini juga bertujuan untuk mempekuat hasil cetakan dengan cara digabungkan dan dilapisi lagi.

1)      Pemasangan sekat pada ruang-ruang kapal

Pemasangan sekat di dalam kapal menggunakan lembaran yang diberi tulangan setelah itu di tutup dengan lembar lagi agar menjadi rata. Pemasangan sekat ini di pasang pada ruang-ruang di dalam kapal. Di ruang belakang untuk tangki air tawar,di bagian tengah ruang mesin,di bagian untuk tempat penampungan ikan. Pemasangan sekat bertujuan untuk memberi batas pada ruangan di dalam mesin. Pemasangan sekat di pinggir di dempul dan di lapisi dengan bahan fiber agar menjadi kuat.Pemasangan sekat ini dilakukan pada saat cetakan lambung sudah di keluarkan pada cetakannya.

2)      Pengisian rongga-rongga kerangka kapal dengan vom atau busa

Pertama-tama rongga kapal ditutup dengan menggunakan lembaran.  Lembaran ini hanya terbuat dari mat, resin dan katalis setelah lembaran selesai dibuat lembaran di pasang pada kerangka kapal. Selanjutnya pada setiap rongga diberi lubang untuk memasukkan vom ke dalam rongga. Setelah itu vom berwarna merah dan warna kuning dicampur di dalam wadah plastik dengan ukuran tertentu. Selanjutnya vom dimasukkan melalui lubang yang telah di buat.Tutup lubang dengan menggunakan potongan lembaran kecil agar saat vom menguap menjadi busa tidak keluar tetapi dapat mengisi rongga-rongga yang berada di sampingnya yang masih kosong. Setelah itu lubang-lubang vom ditutup kembali.

1.3    Pemasangan kerangka / tulang kapal

1)        Lunas

Lunas adalah fondasi kapal yang paling bawah. Panjangnya  18 meter terbuat dari dua buah balok kayu yang disambungkan.

2)        Balok tidur

Balok tidur berada di buritan konstruksi kapal yang berada di bawah tempat baling-baling. Balok tidur terdiri dari tiga bagian balok kayu yang ujungnya berbeda-beda.

3)        Linggi

Linggi berada di bagian terdepan kontruksi kapal yang dipasang miring

4)        Gading

Setelah lunas selesai dirapikan, barulah membuat mal gading (ukuran), rangkaian gading, dan menyambung rangkaian gading dengan keni kemudian dipasang pada lunas kapal.

5)        Fondasi mesin

Fondasi mesin ini terdiri dari dua balok kayu yang berukuran sama. Fondasi ini dipasang sejajar di bagian bawah lengkungan gading.

6)        Senta

Setelah semua gading terpasang, barulah memasang senta pada bagian dalam pinggir gading yang bertujuan untuk menguatkan bagian-bagian gading supaya tidak goyah.

7)        Bim dek

Setelah proses di atas selesai, selanjutnya pemasangan bim dek kapal pada gading bagian atas yang bertujuan sebagai penompang dek.

8)        Mulut palkah

Mulut palkah terdiri dari lima bagian yang dibagi dalam 4 palkah ikan, 1 palkah tali dan jangkar. Untuk palkah ikan ukurannya 1  1 mater, untuk palkah tali dan jangkar 0,5  0,5 mater.

1.4    Pemasangan kulit kapal

Pemasangan kulit kapal biasanya dilakukan dibagian depan kapal karena bagian depan memiliki kerumitan  tersendiri. Untuk memudahkan memasang kulit pada bagian lengkungan kapal maka kayu harus dipanaskan menggunakan api agar kayu tersebut mendapatkan sudut lengkungan yang diinginkan, dan ketika hal tersebut sudah pas maka pemasangan dapat dilakukan secara bertahap dari bagian depan kebelakang hingga ke atas.

1.5    Pemasangan sekat kapal

Sekat adalah pembatas antara palkah yang satu dengan yang lain. Sekat ini dibuat dengan  kayu yang tipis (sirap) dengan ukuran tertentu.

1)      Pembuatan sekat kapal

Kayu tipis atau sirap yang belum sesuai ukuran dipotong menggunakan gergaji mesin (sherkel) dan diukur sesuai kebutuhan. Setelah kayu tipis (sirap) diukur sesuai ukuran, kemudian dirapikan dan dihaluskan menggunakan serut (mesin perahu). Pada sirap yang kedua ada bagian yang disesuaikan dengan bentuk sirap yang pertama dan seterusnya sampai palkah tertutup rapat dan rapi.

2)      Pemasangan sekat kapal

Pemasangan dilakukan secara bertahap dari bawah sampai ke atas dan tertutup rapat. Pemasangan sirap ini menggunakan kayu. Untuk menghindari pecahnya sirap pada saat pemakuan maka sirap dibor terlebih dahulu.

 

1.6    Pemasangan kulit kapal

Pemasangan kulit kapal biasanya dilakukan dibagian depan kapal karena bagian depan memiliki kerumitan  tersendiri. Untuk memudahkan memasang kulit pada bagian lengkungan kapal maka kayu harus dipanaskan menggunakan api agar kayu tersebut mendapatkan sudut lengkungan yang diinginkan, dan ketika hal tersebut sudah pas maka pemasangan dapat dilakukan secara bertahap dari bagian depan ke belakang lalu ke atas.

1.7    Bangunan dan anjungan kapal

Setelah lantai dek selesai dikerjakan, maka selanjutnya proses pembuatan kerangka bangunan dengan ukuran bangunan yang telah ditentukan dan pembagian tempat-tempat bangunan seperti toilet, dapur, ruang kemudi, dan kamar.

Selanjutnya adalah pemasangan dinding bangunan. Pembuatan dan pemasangan dinding kapal tidak ubahnya sama dengan pembuatan dan  pemasangan sekat palkah. Proses dilanjutkan dengan pembuatan anjungan.

1.8    Finishing dan perapian-perapian

1)      Perapian kulit kapal

Kulit kapal dirapikan (diserut) hingga permukaannya terlihat rapidan mulus. Perapian ini secara bertahap dari depan kebelakang sampai keatas. Hal ini dilakukan secara berulang-ulang agar mendapat kualitas yang baik

2)      Penutupan sela-sela kulit kapal

Pada pemasangan kulit kapal akan terdapat sela-sela kapal yang masih berongga. Untuk menutupi bagian-bagian ini diperlukan tali (mahjong). Cara memasangnya adalah dengan cara memasukkan tali tersebut kedalam sela-sela kecil hingga tertutup semua dan tidak ada rongga lagi.

3)      Pendempulan

Proses ini dilakukan untuk menutup semua tali-tali pada sela-sela kulit kapal agar dikulit kapal tidak rongga-rongga lagi dan terlihat lebih rapi atau halus. Bahan untuk pendempulan yang terdiri dari: dempul, katalis, dan kepi. Ambil dempul dan katalis secukupnya lalu di aduk dengan kepi hingga merata,setelah bahan dempul sudah siap lakukan pendempulan pada: dek kapal, dinding kapal, lantai kapal,.pintu kapal, dan tutup palka. Lakukan tiga kali pendempulan hingga merata.

4)      Pengelamplasan

Pengamplasan adalah proses penghalusan bagian yang sudah di dempul mendapatkan hasil yang baik. Pertama siapkan amplas dengan ukuran kurang lebih 250-300. kemudian amplas  bagian yang sudah di dempul. Contoh di bagian lantai kapal, dek kapal, dan dinding kapal.      Jika pengamplasan sudah halus dan merata, lakukan pencucian dengan sabun colek lalu gosokan dengan amplas yang ukuranya sekitar 800-1000. Gosokan berulang-ulang hingga halus agar mendapatkan hasil yang baik. Setelah pencucian dengan air sabun colek selesai, bersikan dengan kanebo atau majun yang kering.

5)      Pengecatan
        Pengecatan adalah proses pelapisan dengan menggunakan cat khusus kapal. Sebelum pengecatan atau penyepetan di lakukan, bersihkan terlebih dahulu dengan menggunakan soda api dengan bahan: air, sabun colek dan soda api. Setalah itu campur dan aduk menggunakan kayu agar terhindar dari panasnya soda api. Lalu lakukan penggosokan pada lambung kapal atau yang akan di cat,gosok hingga merata,setelah di lakukan penyoda apian,diamkan selama beberapa hari sampai cat pertama mengelupas.

Sesudah didiamkan beberapa hari lakukan pencucian dengan air bersih. Setelah semua sudah bersih,pengecatan siap di lakukan.Sebelum pengecatan atau penyepetan dilakukan siapkan bahan-bahan yang terdiri dari: cat, tunier, dan mesin kompresor.

Sesudah bahan-bahan sudah di campur dan siap di lakukan pengecatan dengan menggunakan kompresor. Pengecatan dilakukan sampai dua kali. Sesudah pengecatan atau penyepetan selesai, lalu dilapisi dengan ant gores agar cat kapal tidak memudar atau luntur.

1.9    Pemasangan remote control

Pertama membuat fondasi remote. Tempat remote diukur sebelum kur dipasang dan diberi garis. Sesudah itu tanda ukuran dilubangi dengan alat gerenda potong. Kemudian pasang remote control dan kabel remote dimasukan ke bawah yang sudah diberi lubang. Pasang kabel gas dan kabel prosneleng sesudah itu klem kabel agar rapi.

1.10 Pemasangan Kemudi Seter

1)      Lubangi fondasi kumudi dan pasang dengan sempurna agar  tidak tergeser dari fondasi

2)      Pasang hidrolik difondasi yang dibor  dengan baut mur.sesudah itu pasang tabung dan selang di sebelah kanan hidrolik dengan jarak satu meter.

1.11Pemasangan Mesin

Pertama naikkan mesin ke atas dengan menggunakan takal dan steger. Jika sudah naik pasangkan ke fondasi mesin kapal, bor fondasi kapal untuk memasang pembautan pangkon mesin pasang mur untuk memperkuat mesin agar tidak goyang. Masukkan as baling-baling lewat buritan kapal. Masukkan as baling-baling ke dalam gerbook, lalu stel as baling-baling dan mesin.

1.12 Pemasangan Knalpot

Pasang knalpot ke mesin induk, buatkan pangkon knalpot agar knalpot tidak goyang .knalpot dipasang lewat samping, lubangi lambung kapal dengan menggunakan bor, masukkan knalpot pada lubang lambung kapal lalu mur knalpot dilambung knalpot agar knalpot tidak bergoyang.

1.13 Pemasangan shicas

Lubangi lambung kapal dengan bor untuk kapal kayu maupun fiber. Pasang shicas kemudian penguat atau pangkon , lalu pasang watercooler yang disambungkan dengan shicas dengan cara dilas listrik lalu sambungkan pada pendingin mesin induk atau mesin generator sambung sela-selanya dengan selang karet dan diklem.

1.14 Pasang baling-baling

Pada as baling-baling lepaskan mur yang ada pada as baling-baling , lalu pasangkan baling-baling pada as tentukan titi seimbang pasangkan kembali mur lalu diengkol dengan kuat.

1.15 Pemasangan Sepatu

Bor fondasi kapal untuk pemasangan sepatu kira-kira bor bondasi sekitar enam lubang , lalu pasang sepatu ke fondasi kapal , pasang mur yang sudah dilubangi  di fondasi kapal, lalu mur diengkol dengan sekuta mungkin area bor . pemasangan daun kemudi . lubangi bawah buriton kapal untuk pemasangan daun kemudi, kemudian pasang daun kemudi diatas sepatu.

1.16 Pemasangan sistem kelistrikan

1)      pembuatan saluran kabel-kabel penghubung

Pertama melakukan pengeboran pada dinding/tulangan kapal yang terdapat pada bagian atas bangunan kapal.Pengeboran harus dilakukan secara teliti,rapi,teratur,dan ukuran lebar diamater lubang yang akan kita buat harus sesuai dengan ukuran kabel yang akan dimasukkan.

Lakukan pengeboran kearah kiri dan kanan.Fungsinya untuk menghubungkan kabel lampu yang terdapat pada bagian samping kiri dan kanan kapal,jika pengeboran untuk saluran kabel yang menghubungkan lampu samping telah selesai,maka langkah selanjutnya yaitumengeborsaluran baru kearah belakang dengan tujuan yaitu untuk menghubungkan kabel lampu yang terdapat pada ruangan dapur,ruang kamar mandi,dan lampu belakang.Untuk langkah yang ketiga yaitu melakukan penggeboran kearah depan untukmenghubungkan kabel lampu yang terdapat pada bagian ruang kemudi,ruang kamar anak buah kapal (ABK),lampu depan ,dan lampu sorot.Keempat yaitu melakukan pengeboran kearah bawah untuk menghubungkan kabel lampu penerangan di bagian tangga,ruangan mesin,dan kabel yang menuju panel. Khusus pengeboran di bagian atas kapal,pengeboran hanya menggunakan mata bor dengan diameter lingkaran yang kecil,tujuanyya yaitu sebagai jalur kabel antenna radio komunikasi.

Selanjutnya melakukan pengeboran pada tulangan bagian samping kapal. Di bagian ini kabel harus dimasukkan ke dalam pipa terlebih dahulu dan setelah itu barulah dimasukkan ke dalam lubang yang sudah dibuat untuk memasang lampu bagian depan kapal.

2)      Tata Letak Sistem Penerangan

Kupas kabel untuk dipasangkan lampu.Lampu yang harus dipasang yaitu antara lain di kamar anak buah kapal (ABK) sebanyak dua buah lampu, kemudian di ruangan dapur satu buah lampu,di ruang kamar mandi satu buah lampu, di bagian belakang dipasang satu buah lampu,lalu diruang kemudi satu buah lampu,setelah itu dua buah lampu untuk lampu sorot,dan di bagian depan satu buah lampu. Pemasangan lampu harus dipasang dengan benar-benar erat dan kuat agar kabel tidak copot dari lampu jika terkena ombak.

3)      Pemasangan Perangkat GPS (Global Positioning System)

GPS (Global Positioning System) adalah sistem satelit navigasi dan penentuan posisi yang dimiliki dan dikelola oleh Amerika Serikat.Sistem ini didesain untuk memberikan posisi dan kecepatan tiga-dimensi serta informasi mengenai waktu, secara kontinyu di seluruh dunia tanpa bergantung waktu dan cuaca, bagi banyak orang secara simultan. Saat ini GPS sudah banyak digunakan orang di seluruh dunia dalam berbagai bidang aplikasi yang menuntut informasi tentang posisi, kecepatan, percepatan ataupun waktu yang teliti.GPS dapat memberikan informasi posisi dengan ketelitian bervariasi dari beberapa millimater (orde nol) sampai dengan puluhan mater.

Beberapa kemampuan GPS  antara lain dapat memberikan informasi tentang posisi, kecepatan, dan waktu secara cepat, akurat, murah, dimana saja di bumi ini tanpa tergantung cuaca. Hal yang perlu dicatat bahwa GPS adalah satu-satunya sistem navigasi ataupun sistem penentuan posisi dalam beberapa abad ini yang memiliki kemampuan handal seperti itu. Ketelitian dari GPS dapat mencapai beberapa mm untuk ketelitian posisinya, beberapa cm/s untuk ketelitian kecepatannya dan beberapa nanodetik untuk ketelitian waktunya. Ketelitian posisi yang diperoleh akan tergantung pada beberapa faktor yaitu matode penentuan posisi, geomatri satelit, tingkat ketelitian data, dan matode pengolahan datanya. Prinsip penentuan posisi dengan GPS yaitu menggunakan matode reseksi jarak, dimana pengukuran jarak dilakukan secara simultan ke beberapa satelit yang telah diketahui koordinatnya. Pada pengukuran GPS, setiap epoknya memiliki empat paramater yang harus ditentukan : yaitu 3 paramater koordinat X,Y,Z atau L,B,h dan satu paramater kesalahan waktu akibat ketidaksinkronan jam osilator di satelit dengan jam di receiver GPS. Oleh karena diperlukan minimal pengukuran jarak ke empat satelit.

Cara pemasangannya ialah pertama yaitu mengontrol kondisi dan perangka yang ada pada GPS, selanjutnya yaitu membuat empat buah lubang kecil untuk menempatkan atau melekatkan perangkat GPS di ruang kemudi.Kemudian membuat jalur kabel penghubung menuju kearah pengavu ACCU dan antenna GPS.Setelah itu lepas bantalan yang menempel pada bagian belakang GPS kemudian pasanglah GPS tersebut lalu pasang kembali bantalan yang tadi telah kita lepas dan kencangkan.Kemudian langkah terakhir yang harus dilakukan ialah menghubungkan kabel GPS menuju ke pengacu ACCU dan antena.

4)      Pemasangan Perangkat Fish Finder

Prinsip kerja dari fish finder yaitu gelombang suara berfrekuensi antara 15 kHz sampai 455 kHz dipancarkan tranduser dipantulkan oleh dasar perairan kemudian ditangkap kembali oleh transduser.Fish finder ialah perangkat elektronik yang bekerja dengan cara memancarkan gelombang ultrasonik dan menangkap kembali pantulannya. Perangkat fish finder yang digunakan untuk memancarkan gelombang dan menangkap gelombang kembali disebut dengan nama tranduser.Proses gelombang pantulan yang berulang-ulang itu ditangkap tranduser kemudian diterjemahkan dalam monitor dalam bentuk titik-titik sehingga menimbulkan gambar topografi dasar perairan.

Dari hasil pembacaan gambar topografi itulah akhirnya kita bisa membedakan kekerasan dari topografi struktur dasar perairan. Biasanya bila keadaan dasar perairan benda yang keras maka warna di monitor gambarnya lebih pekat. Sebaliknya jika topografi lembek maka gambar di monitor pun tidak pekat.Jadi bila topograf dasar perairan keras bisa diasumsikan bahwa dasar berupa karang.Demikian juga bila dimonitor fish finder gambarnya tidak pekat warnanya maka sering kita terjemahkan dengan lumpur.Selain itu rata tidaknya topografi dasar perairan bisa di ketahui melalui fish finder.Untuk mengetahui itu semua merupakan penyimpulan titik hasil pembacaan fish finder.

Untuk bisa mengetahui apakah topografi itu berupa karang luas, tandes atau rumpon, tentu saja diperlukan jam terbang yang tinggi. Artinya si pemakai fish finder harus hafal betul gambar-gambar yang ditampilkan oleh monitor fish finder. Selain topografi dasar perairan, gelombang suara yang dipancarkan oleh transduser terkadang mengenai benda-benda yang melayang dalam air, karena benda tersebut juga memantulkan gelombang. Benda yang melayang itu pun bisa terbaca dalam monitor fish finder. Dalam tangkapan GPS fishfinder , benda yang melayang itu bisa saja kumpulan ikan, sampah atau rumput laut. Namun bila di karang-karang atau struktur topografi perairan yang keras biasanya benda yang melayang itu adalah gerombolan ikan.

Cara pemasangannya yaitu pertama pengontrolan alat atau perangkat fish finder. Jika kondisinya layak untuk digunakan maka buatlah terlebih dahulu empat buah lubang kecil,kemudian pasang perangkat tersebut dan kencangkan.Kemudian setelah semuanya telah terpasang maka sambungkan kabel ke pengacu ACCU dan antenna yang terdapat pada bagian atas kapal.

GENERASI MUDA DAN TEKNOLOGI TERKINI

Posted on

 

genWarna – warni Indonesia itu indah. Suatu kesatuan Negara Republik Indonesia yang terdiri dari banyak bahasa. Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri, pada tahun 2004 terdapat sebanyak 7.870 pulau yang memiliki nama dan sebanyak 9.634 pulau belum ada namanya. Dari 17.504 pulau hanya sebanyak 6.000an yang sudah berpenghuni. Jumlah penduduk Indonesia berdasarkan Sensus Penduduk 2010 adalah sebanyak 237.556.363 jiwa yang terdiri dari 964 etnik. Indonesia merupakan suatu wilayah yang terdiri dari beribu-ribu pulau. Yang termasuk ke dalam tanah air adalah pulau-pulau yang tersebar di Indonesia yang merupakan bagian dari tanah air Indonesia. Hakikatnya dari beribu-ribu pulau yang ada membentuk satu kesatuan negara yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan demikian, dapat dinyatakan bahwa satu nusa adalah satu tanah air yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Satu Bangsa yang jelas digambarkan dengan adanya semboyan yang tertulis dalam lambang negara yaitu “Bhinneka Tunggal Ika” yang berarti berbeda-beda tetapi satu juga. Perbedaan ini meliputi beda suku bangsa, agama, bahasa, dan adat istiadat. Makna dari satu bangsa adalah satu keturunan atau satu asal, biarpun mereka berada di pulau yang berbeda dan bertempat tinggal di daerah yang berbeda, namun mereka merasa satu bangsa yaitu bangsa Indonesia. Karena Indonesia terdiri dari berbagai macam suku dan pulau maka bahasa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari pun berbeda disetiap daerah, bahasa itu disebut dengan bahasa ibu atau bahsa induk. Keanekaragam bahasa di Indonesia merupakan kekayaan alam yang tidak ternilai dan tidak dimiliki oleh bangsa lain. Oleh karena itu, keanekaragamaan bahasa perlu dilestarikan sehingga tidak akan dilupakan oleh generasi yang akan datang.

Meskipun tiap daerah mempunyai bahasa daerah sendiri-sendiri, tapi setiap suku bangsa di Indonesia menyadari bahwa mereka bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena itu, dalam berkomunikasi antarsuku, mereka menggunakan satu bahsa yaitu bahasa Indonesia. Keanekaragaman bahsa bukanlah hambatan untuk berkomunikasi dengan suku lain karena kita mempunyai bahasa persatuan yaitu bahasa indonesia.

           Mengingat Indonesia pernah dijajah oleh bangsa asing lebih dari 350 tahun. Dengan perjuangan para pahlawan mempertaruhkan jiwa dan raga, akhirnya Indonesia bisa memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. Perjuangan dari berbagai golongan dan dengan berbagai jalur baik politik maupun bertempur di medan perang. Tak luput bagi golongan pelajar muda untuk turut andil dalam meraih kemerdekaan RI. Ini diwujudkan dengan munculnya organisasi pemuda dipelopori oleh organisasi Trikoro Dharmo. Trikoro Dharmo didirikan pada tanggal 9 Maret 1915. Beranggotakan anak – anak sekolah menengah yang berasal dari Jawa dan Madura. Atas inisiatif pemuda seperti Satiaman, Kadarman, dan Sunardi yang dipimpin oleh Satiman Wirjosanjoyo.

          Pada tahun 1918 Trikoro Dharmo melakukan kongres yang pertama tepatnya di Surakarta. Dalam kongres itu, nama Trikoro Dharmo diganti dengan Jong Java. Hal ini mendorong berdirinya organisasi pemuda diberbagai daerah. Seperti Jong Cilebes, Jong Sumateranen Bond, dan Jong Minahasa.  Semua organisasi itu masih bersifat kedaerahan. Para pemuda yang tergabung dalam berbagai organisasi itu mendambakan adanya persatuan Nasional. Hingga berdirilah Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) yang merupakan peleburan dari organisasi – organisasai guna mendorong tumbuhnya persatuan diantara organisasi pemuda daerah. Atas prakarsa PPPI diselenggarakan Kongres Pemuda I di Jakarta yang menghasilkan 2 keputusan :

1. Menyiapkan pelaksanaan Kongres pemuda II

2. Menyerukan persatuan berbagai organisasi pemuda dalam satu organisasi pemuda Indonesia.

          Maka pada tanggal 26 – 28 Oktober 1928 dilaksanakan Kongres pemuda II yang salah satu isinya yaitu kesepakatan para pemuda mencetuskan ikrar. Ikrar itu dikenal dengan nama Sumpah Pemuda. Isi Sumpah Pemuda adalah :

1. Kami putra – putri Indonesia mengaku bertanah air yang satu , Tanah Air Indonesia

2. Kami putra – putri Indonesia mengaku berbangsa satu, Bangsa Indonesia

3. Kami putar – putri Indonesia mengaku berbahasa persatuan, Bahasa Indonesiantang

          Dapat disimpulkan dalam suatu slogan yang sejak lama Bangsa Indonesia pakai yaitu ” Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa “. 28 Oktober 1928 hari dimana dimulailah sejarah akan hari Sumpah Pemuda yang selalu menyebut-nyebut bahwa Indonesia “SATU”. Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa dan stu yang lainnya. Intinya menyebutkan bahwa Indonesia itu selalu SATU tapi entah benar atau salah. Selama ini bangsa kaya akan SDA ini mengaku bahwa negaranya kompak SATU HATI. Dari mulai pejabat tinggi, pegawai, pengangguran, anak sekolah, bahkan anak kecil sekalipun. Mereka mengaku dengan menyanyikan lagu “Satu Nusa Satu Bangsa”. Tapi sayangnya para pahlawan dahulu hanya bisa gigit jari saja. Sedang mereka bernyanyi dengan suara lantang. Lupa dengan perjuangan mati – matian para pahlawan demi kemerdekaan RI. Masyarakat yang hanya menyanyikan dimulut saja tanpa menghiraukan serta meyakini dalam hati dan melakukan dikehidupan sehari – hari.

Lirik L. Manik Satu Nusa Satu Bangsa

Satu nusa
Satu bangsa
Satu bahasa kita

Tanah air
Pasti jaya
Untuk Selama-lamanya

Indonesia pusaka
Indonesia tercinta
Nusa bangsa
Dan Bahasa
Kita bela bersama

          Itu pun dari survei yang telah saya lakukan pada 10 guru SMK Perikanan dan Kelautan Puger. 5 guru hafal 100 %, 2 guru hafal 80 %, dan 3 guru hanya hafal 50 % saja. Sekolah berbasis semi militer tidak dapat dijadikan acuan bahwa seluruh anggota sekolahnya benar-benar peduli terhadap bangsa. “Saya bangga menjadi warga Negara Indonesia” tegas Andika Robby H (XI NKPI 2) ketika ditanya banggakah ia menjadi warga Negara Indonesia. Tidak dipungkiri 98 % dari jumlah taruna – taruni SMK Perikanan dan Kelautan Puger akan menjawab yang sama ketika diajukan pertanyaan yang sama pula. Namun bagaimana cara kita membuktikan rasa bangga kita pada tanah air?. Ini sama halnya dengan mereka yang mengaku Satu Nusa Satu Bangsa Satu Bahasa namun hanya di bibir saja tanpa melakukan apa yang mereka katakan. Pemimpin yang seharusnya dicontoh pun malah keenakan tuk tidak bertindak. Memang benar pemimpin dan rakyat adalah satu bangsa, satu bahasa, dari negara yang sama pula.

          Faktanya selama ini masyarakat menilai bahwa yang dianggap ” Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa ” hanyalah merupakan persamaan dari negara, bangsa, bahasa saja. Masyarakat tidak pernah berpikir bahwa yang dimaksud adalah kita sebagai Nusa, Bangsa dan memiliki bahasa persatuan yang sama harus juga mempunyai tujuan kongkrit (jelas & nyata) yang sama dan memang terbentuk dari hati yang tulus dari semua masyarakat.

          Jika setiap masyarakat mengimani seboyan tersebut seperti diatas, pastilah tidak akan ada masalah seperti halnya demo yang menyebabkan saudara – saudara kita terluka, tidak akan ada tawuran antar pelajar hingga memakan korban jiwa. Contoh lagi, pengakuan negara lain atas yang kita miliki. Pemuda jaman sekarang kebanyakan malu mempelajari kebudayaan daerah contohnya seni Reog dari Ponorogo, mereka lebih memilih update status setiap jam di akun facebooknya. Namun ketikan kesenian itu diakui oleh negara lain, maka mereka akan marah dengan memaki negara asing lewat akun facebooknya. Apa itu cara melestarikan budaya bangsa?

          Disisi lain,kemajuan teknologi pun ikut andil. Jaman yang semakin modern, membawa dampak yang ada kaitannya dengan semboyan ” Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa ” yang menurut pribadi saya seakan – akan tidak relevan lagi. Akses informasi yang begitu cepat, media televisi mau pun internet yang tlah mampu menjangkau pelosok negeri. Bak jamur dimusim penghujan. Para remaja yang seharusnya mempelajari budaya bangsa malah asik berlomba meniru boy band girl band dari negeri tetangga mulai dari cara berpakaian, gaya bicara, gaya hidup, sampai cara mereka berjalan .

          Tak heran banyak remaja putri saat ini yang tak bisa memakai sanggul. Dan jarang ditemukan baju adat dalam almari mereka. Hal ini membuktikan bahwa kehidupan generasi muda saat ini telah banyak meninggalkan warisan budaya leluhur. Sedang Jokowi dalam Indonesiaxpost mengungkapkan pemuda adalah masa depan bangsa sehingga untuk menciptakan masa depan bangsa yang baik, pemuda harus menyatukan visi dan misi mereka dalam membangun bangsa.

          Indonesia juga dalah salah satu negara perokok terbesar didunia. Cakupan yang sangat besar, kita dapatkan untuk peringkat yang tak seharusnya kita dapatkan. Nama perokok dikenal sebagai seseorang yang gemar membakar uang dan menggadaikan dirinya hanya untuk kesia – siaan belaka. Peringkat ketiga perokok di dunia, adalah hal yang sebenarnya kita malu mendapatkannya. Terkecuali jika peringkat tiga yang didapatkannya adalah peringkat ekonomi terbaik. Ini meupakan salah satu bukti bagi bangsa indonesia yang selama ini mengaku “SATU”, bahwa sebenarnya semua itu belum tercapai. Coba jika masyarakat mempunyai tujuan tulus dari hati yang ikhlas, pasti persoalan sosial yang banyak terngiang di telinga akan dapat terselesaikan denagn persatuan dan kesatuan yang asli, bukan semu belaka seperti sekarang ini. Mengingat begitu kerasnya para pejuang hingga akhirnya kita dapat menikmati kemerdekaan dan melanjutkan perjuangan paa pahlawan terdahulu dengan cara kita yang harus lebih baik lagi.

           Maka dapat disimpulkan bahwa saat ini semboyan ” Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa ” seakan – akan tidak relevan dengan dunia modern seraya munculnya banyak fakta yang cukup mencengangkan bagi Indonesia. Mengingat sejarah panjang akan perjuangan para pahlawan demi kemerdekaan RI. Namun kita sebagai generasi penerus bangsa harus selalu berkiblat pada dasar negara untuk kembali satukan hati, satukan jiwa, bersama menemukan tujuan kongkrit untuk membangun bangsa yang  selama ini ada dalam fatamorgana. Samakan nahkoda, tentukan bersama haluan kita.

Tugas Bahasa Indonesia Oleh : Nengdiyah Febrini (angkatan X) dikutip dari berbagai sumber.

Baca entri selengkapnya »

WAWANCARA

Posted on

Wawancara adalah kegiatan menggali informasi dari narasumber dengan langkah tanya jawab.

Macam-macam wawancara

  1. Wawancara serta merta (langsung) dilakukan dengan spontan layaknya obrolan umum sehari-hari.
  2. Wawancara dengan petunjuk umum, pewawancara membuat susunan pertanyaan hanya berupa pokok-pokoknya saja. Pertanyaan tersebut berkembang sesuai dengan jawaban narasumber
  3. Wawancara sistematis dengan susunan pertanyaan yang baku, pewawancara hanya melakukan Tanya jawab sesuai dengan jumlah pertanyaan yang telah dibuat.

Tahapan wawancara

  1. Tahap persiapan

1)      Menentukan tema wawancara

2)      Menentukan jenis wawancara

3)      Menentukan  narasumber sesuai tema

4)      Membuat jadwal (hari, waktu dan lokasi wawancara) dengan narasumber

5)      Mengumpulkan informasi awal dari luar lingkungan narasumber

6)      Membuat daftar pertanyaan

  1. Tahap inti

1)      memperkenalkan diri dan menggali profil atau riwayat hidup narasumber dapat dilakukan dalam bentuk basa-basi

2)      mulai mengajukan pertanyaan secara sistematis dengan keingintahuan yang tinggi

3)      mencatat dan merekam dengan jelas seluruh jawaban narasumber

4)      mengakhiri wawancara dengan kesan yang baik

  1. Tahap penutup

1)      Membuat laporan wawancara sesuai dengan tata bahasa Indonesia yang baik dan benar

2)      Menghindari opini pribadi yang bersifat fitnah

3)      Jika perlu, konfirmasi ulang hasil wawancara dengan narasumber

4)      Menyebarluaskan hasil wawancara dengan berbagai media, baik dalam bentuk berita atau buku.

BERITA

Posted on

Berita adalah peristiwa yang dilaporkan kepada masyarakat.

A. Ciri-ciri berita yang baik:

  1. Publisitas : ditujukan untuk umum
  2. Aktual : berusaha menyajikan berita yang terbaru
  3. Objektif : tidak memihak dan berasal dari berbagai sumber terpercaya
  4. Menarik : menggugah minat masyarakat untuk membaca

B. Struktur penyampaian berita menggunakan rumus 5W + 1H:

  1. What = berita tentang apa
  2. Who   = siapa yang menjadi pelaku berita
  3. When  = dimana berita terjadi
  4. Where = kapan berita terjadi
  5. Why   = mengapa berita terjadi
  6. How   = bagaimana proses berita terjadi

C. Organ berita :

-      Judul berita

-      Kepala berita (lead)

-      Tubuh berita

-      Ekor berita

Keempat pola di atas dapat disusun dalam sebuah piramida terbalik. Pola tersebut berarti bahwa pola pertama merupakan pola yang lebih penting dari pada pola di bawahnya. Tanpa membaca tubuh dan ekor berita, seseorang sudah dapat mengetahui isi berita dari kepala berita.

Punahnya Bahasa Daerah

Posted on

Bahasa adalah sarana yang paling berpengaruh terhadap kehidupan kita di lingkungan masyarakat. Sehingga secara tidak langsung kita di tuntut untuk dapat memahami dan  mengerti apa bahasa yang di gunakan. Bahasa di  setiap lingkungan daerah tentunya berbeda – beda. Tapi jika kita menengok lagi di daerah pedesaan pastilah kita akan menemui atmosfir – atmosfir ketradisonalan yang masih kental dan enggan meninggalkan tradisinya salah satunya yaitu bahasa daerah.

 Hilangnya bahasa daerah kita dikarenakan kita sendiri yang tak pernah merawat dan menularkannya kepada generasi penerus. Dewasa ini bahasa daerah semakin hari semakin terkikis karena tanpa kita sadari kita menekan keluar dan menggantinya dengan bahasa asing yang terus menerus masuk ke lingkungan kita. Adapun faktor yang mempengaruhi hilangnya bahasa daerah yaitu bimbingan orang tua yang sejak kecil telah mencentuskan dan mengajarkan kepada anaknya untuk berbicara bahasa asing seperti bahasa inggris sehingga tak jarang terkadang bahasa Indonesia pun juga ikut terpengaruh, pendidikan sekarang yang mengharuskan siswanya memakai bahasa asing setiap harinya sehingga ini membiasakan untuk terus menerus menggunakan bahasa asing sehingga bahasa daerah pun terlupakan, di sekolah mulai dari Sekolah Dasar, SMP sampai dengan SMA bahasa daerah hanya masuk pelajaran muatan lokal bahkan ada di sebuah Sekolah Kejuruan bahasa daerah tidak ada atau tidak di masukkan ke dalam mata pelajaran.

Peranan bahasa daerah sangatlah penting karena kepunahan bahasa sama dengan kepunahan peradaban manusia secara keseluruhan. Menurut penelitian, di Indonesia ada 169 bahasa etnis/daerah yang terancam punah. Inilah fokus dalam Seminar Nasional bertopik “Pengembangan dan Perlindungan Bahasa, Kebudayaan Etnik Minoritas untuk Penguatan Bangsa.”. Buktinya banyak generasi muda yaitu generasi penerus bangsa kita yang enggan menggunakan bahasa daerahnya sendiri yang katanya malu jika memakai bahasa daerahnya, ini merupakan suatu fakta yang tidak bisa di pungkiri lagi bahwa bangsa kita memang sudah di butakan oleh bahasa – bahasa gaul yang terlalu condong ke bahasa asing.

Peristiwa ini terjadi bukan disebabkan oleh orang lain namun kita sendirilah yang menjadikan bahasa daerah itu punah. Salah satu yang membuat kaget saat saya membaca sebuah artikel yang menceritakan di sebuah kampung di Nganjuk, Jawa Timur. Ada sebuah siaran radio lokal. Bukan soal isinya yang menurut saya biasah saja, tapi penggunaan bahasanya yang sangat mirip dengan radio lokal di Jakarta, Sebutan gue, elu, nyokap, bokap, jadi idiom yang disebut terus menerus saat siaran oleh sang penyiar. Jujur ini membuat saya kaget, kalau begini apa bedanya radio daerah dengan radio di Jakarta? Mulai dari lagu, gaya bahasa penyiar hingga cara berguraunya pun mirip dengan gaya gaul anak Jakarta. Dari sisi bisnis memang keberadaan jaringan radio (radio network) merupakan sesuatu yang menggiurkan. Mereka meluaskan jangkauan mulai dari ibukota hingga ke pelosok. Ini juga sekaligus ‘mengimpor’ banyak hal yang sedang menjadi tren di ibukota, mulai dari teknologi, modal hingga itu tadi, gaya berbahasa. Mungkin para penyiar radio daerah merasa bangga bisa bergaya bahasa persis seperti rekan mereka dalam satu jaringan radio. Tapi mereka agaknya lupa, apa yang mereka lakukan sesungguhnya justru ‘membunuh’ keragaman bahasa daerah tempat mereka berada sendiri. Karena para penyiar ini justru bangga dengan bahasa Indonesia berdialek Betawi yang mereka gunakan. Mereka pelan-pelan secara tak langsung tak lagi menggunakan bahasa daerah tempat mereka tinggal.

Dampaknya? Selain makin menjauhkan para penyiar tadi dengan bahasa daerahnya, yang paling parah adalah terpaan siaran radio itu yang membuat masyarakat perlahan meninggalkan bahasa daerahnya sendiri. Ini tak bisa dibiarkan! Harusnya keberadaan radio daerah dipantau sedemikian rupa untuk memelihara keberagaman budaya lokal. Karena keberagaman inilah yang membentuk satu Indonesia. Radio berjaringan tak salah, yang salah jika menyamakan semua gaya bahasanya menjadi hanya satu, gaya bahasa kota, sehingga identitas lokal pun menghilang. Lalu bagaimana agar bahasa daerah tetap lestari dan digunakan di negeri ini? Peran seorang ibu sangat jelas.

Pemakaian bahasa daerah sangat erat kaitannya dengan kesopanan dan tata krama budaya, terutama budaya jawa. Bahasa Jawa mengenal beberapa tingkatan, ngoko, krama madya, dan krama inggil. Pemakaian tingkatan itu tergantung kepada siapa dan di lingkungan apa kita berbicara. Berbicara dengan seorang tua yang dihormati, misalnya, mestilah dalam bahasa yang halus dan dengan sikap yang sopan. Tapi ada kecenderungan pemakaian bahasa Jawa halus ini juga mulai memudar. Banyak anak muda di Jawa yang kini tidak mampu berbahasa Jawa halus. Sebagai akibatnya, tata krama dan sopan santun berbahasa juga mulai berubah.

Lalu bagaimana agar bahasa daerah tetap lestari dan digunakan di negeri ini? Peran seorang ibu sangat jelas dalam mengajarkan ketrampilan berbahasa. Tak usah mencari contoh jauh-jauh, kita sendiri bisa dan mengerti bahasa Jawa karena mungkin ibu kita kerap mengajak bercakap dalam bahasa Jawa sejak kecil. Dan itu hanya dilakukan dalam lingkup rumah saja. Jika bertemu dengan orang dari etnis lain, kita selalu menggunakan bahasa nasional, yakni bahasa Indonesia sebagai jembatan komunikasi.

Memperbanyak guru-guru yang mengajarkan bahasa daerah. Mentraining mereka sehingga apa yang mereka sampaikan kepada peserta didik menjadi menarik. Bukan hanya menguasai materi, tetapi mereka juga mampu menguasai metode dan strategi pembelajaran. Para kepala dinas di daerah harus membina mereka, dan mensejahterakan penghasilannya sehingga mereka mampu menjadi guru pemandu dalam bahasa daerahnya masing-masing. Bila mereka mampu menjadi pemandu bahasa daerah, maka Indonesia akan menjadi sebuah negera terunik di dunia, karena mampu memlihara bahasa daerah atau bahasa ibunya dengan baik. Itu merupakan salah satu solusi dalam mencegah terkikis, terkucilnya bahasa daerah dan punahnya bahasa daerah di negeri kita. Penguasaan bahasa daerah harus tetap ada dalam diri setiap anak negeri. Mereka harus menyadari dari mana asal-usul mereka dan menguasai bahasa daerahnya, sehingga ketika ada orang yang sekampung atau serumpun, kita bisa saling berbicara dengan bahasa daerahnya masing-masing.

Oleh: Purweni Irsawati (XII TPHP) dari berbagai sumber

Baca entri selengkapnya »

Penggunaan Bahasa Dijejaring Sosial (Facebook dan Twitter) Kurang Mendidik

Posted on Updated on

Komunikasi menjadi hal yang penting dalam kehidupan ini. Tanpa komunikasi takkan bisa kita bersosial dengan orang lain. Banyak cara yang dapat kita gunakan untuk berkomunikasi. Apalagi saat ini,semakin canggih berkomunikasi yang didukung dengan kemajuan teknologi. Saat berkomunikasi kita memerlukan yang namanya bahasa. Dengan bahasa itulah kita mampu menyampaikan segala hal yang ada difikiran kita kepada orang lain. Memang diIndonesia ini banyak ragam bahasa yang dipakai. Berasal dari berbagai daerah dan berbagai macam suku pula. Disetiap daerah pula bahasa yang digunakan juga berbeda. Keanekaragaman bahasa tersebut haruslah tetap dikembangkan. Namun perkembangan tersebut tanpa melalaikan bahasa nasional kita,yakni bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang baku yang mempunyai kaidah-kaidah disetiap penulisan maupun pengucapannya. Bahasa Indonesia ini bahasa yang mudah dimengerti oleh semua orang,meskipun mereka berasal dari daerah yang berbeda. Contohnya: Saat kita (orang jawa) bertemu dengan orang dari suku lain, misalnya saja orang batak, mungkin saat bertemu kita akan kesulitan dalam berkomunikasi. Pastinya dengan memilih berkomunikasi dengan bahasa Indonesia itu akan mempermudah. Itulah pentingnya jika mampu menggunakan bahasa indonesia dengan baik. Namun,di zaman sekarang ini apakah pengunaan bahasa Indonesia semakin baik ?.

Disaat ini perkembangan semakin pesat. Perkembangan dan berbagai pengaruh-pengaruh globalisasi semakin menjalar. Terutama dikalangan remaja. Dizaman sekarang  serasa segalanya sudah berbeda, apalagi jika dibandingkan dengan zaman dahulu. Dizaman sekarang dari segi penampilan berbeda dengan dahulu, jika dulu pakaian adat adalah maskot, sekarang pakaian trendy yang lebih oke. Dari segi tinggkah laku dan gaya bahasa yang digunakan pun saat ini juga berbeda dengan dengan zaman dulu. Sekarang ini sapaan yang digunakan jika bertemu dengan orang lain, lebih akrab dengan sapaan Loe-Loe Gue-Gue. Sepertinya dizaman dahulu seperti itu tidak ada. Begitu berpengaruhnya globalisasi yang  kebanyakan datang dari berbagai negara didunia ini. Lama kelamaan pengaruh yang seperti ini akan menjadi perubahan yang tak terduga. Terutama pengaruh yang seperti ini terfokus pada remaja-remaja kita.

Apalagi dizaman sekarang ini didukung teknologi yang semakin canggih. Dahulu saja tidak ada Telephone Seluler (Handphone) atau adapun jarang yang memiliki. Tapi,disaat sekarang ini ank SD pun sudah mengenal bahkan mempunyai Telephone Seluler (Handphone). Tak lain lagi saat ini ada juga situs-situs jejaring sosial diInternet. Yang semuanya adalah fasilitas untuk Chatting (Ngobrol Online). Seperti: BBM,e-Buddy,Yahoo Messanger, dan yang saat ini lagi naik daun seperti Facebook (FB) dan Twitter. Subhanallah semakin canggih saja…!!

Lalu,bagaimanakah dengan bahasa yang mereka-mereka gunakan untuk berkomunikasi dengan kecanggihan seperti itu?. Saat ini saja ketika ingin berkomunikasi dengan pesan singkat Short Message Service (SMS) diHandphone, pasti kita sering menjumpai penggunaan bahasa-bahasa yang tidak baku. Seperti “Kamu jadi ikut gkk ?? . Dalam pelajaran bahasa indonesia bukankah itu penulisan yang tidak baku. Adapula saat SMS kita jumpai penulisan huruf yang diganti dengan angka. Huruf “A” diganti dengan angka “4”, huruf “I” diganti dengan angka “1”, Huruf “S” diganti dengan angka “5”,dsb. Contohnya, “K4mu l491 d1mn4 ?”. Sepertinya aneh, tapi inilah perkembangan yang terjadi. Mungkin di Facebook atau Twitter kurang lebih juga berkembang seperti ini, tapi bisa jadi lebih canggih.Karena Facebook dan Twitter kapasitas bersosialnya lebih luas. Kemungkinan berkembangnya bahasa semakin tinggi. Saat ini saja saat kita baca Status atau Komentar-komentar di FB or Twitter,banyak kata-kata yang tidak lazim.

Seperti :“Mu’uph,kamuh,tyuss,bray,cuy,ama-ama,ciuss,xorry,doLoe,CebeNtAr,SenDiRi ajhhA,bo’Ong,yaNk mN4, aPhA C!hh,beCok,dsb.”.

Sekarang ini dikenal dengan bahasa “Alay”. Bahasa “Alay” lebih dikenal dengan bahasa Anak Layangan atau bahasa Anak Lebay, bahasa yang tidak tersusun dengan sesuai. Jika  bahasa didunia maya yang digunakan seperti ini kemungkinan bahasa sehari-hari yang digunakan oleh para remaja sekarang juga tidak jauh berbeda dengan di FB or Twitter. Mungkin dampak positif yang mereka dapat,menjadi hal yang menyenangkan  mereka dapat kreatif dan inovatif mengotak-atik abjad. Menjadi sebuah trend tersendiri.  Namun dampak negatif yang didapat adalah mereka tak lagi menghiraukan kaidah-kaidah bahasa yang ada. Tak ada gunanya pelajaran bahasa indonesia yang diajarkan sejak kita sekolah di Taman Kanak-Kanak. Bisa juga bahasa “Alay” mempersulit komunikasi dengan orang yang tak mengerti perkembangan seperti sekarang ini. Bahasa “Alay” juga menimbulkan kesan kurang baik jika dikaitkan dengan kesopanan berbicara dengan orang lain. Bahasa “Alay” juga tak cocok jika anak-anak yang masih kecil mengenalnya. Sebagai pemuda penerus bangsa jika perkembangan seperti ini apa bisa merubah keadaan menjadi yang lebih baik. Bisa jadi bahasa Indonesia tak lagi perlu ejaan. Bisa-bisa akan merusak bahasa Nasional kita sendiri. Jika sudah rusak dimana letak citra negara kita dilahirkan ini. Sungguh perkembangan yang tidak baik bagi anak cucu kita kelak.

Jika ada usaha untuk mencegah perkembangan seperti ini tak ada kata terlambat. Setidaknya dengan mengurangi berkomunikasi dengan bahasa-bahasa yang tidak seharusnya. Berkomunikasilah dengan bahasa-bahasa yang baku atau yang dipandang baik. Terapkan berbahasa yang baik sesuai dengan yang telah diajarkan. Sebagai anak bangsa berbanggalah dengan perubahan-perubahan yang datang dari diri kita sendiri, jangan bangga dengan perubahan yang dibawa oleh orang lain. Tak tentu juga dampak yang didapat semuanya baik. Siapa lagi yang membanggakan bahasa Indonesia jika bukan kita sendiri sebagai warga negaranya. Untuk itu mri bersama lindungi dan pertahankan apa yang rlah negara kita miliki. “Bangsa Indonesia berbahasa satu, bahasa Indonesia”. Pemuda,, ingatlah …!!!

Oleh: Miftakhul Kh. (XII TPHP) dari berbagai sumber

RSBI Mengerdilkan Bahasa Indonesia

Posted on Updated on

 RSBI (Rintisan Sekolah Berstandar Internasional) semua siswa  ingin dapat diterima disekolah RSBI padahal biaya masuk sekolah juga tidak sedikit,Mungkin orang-orang memilih kualitas dari pada biaya karena di sekolah RSBI lebih mementingkan bahasa inggris di bandingkan bahasa indonesia,yang notabene bahasa inggris lebih keren dari pada bahasa Indonesia yang seakan-akan bahasa Indonesia sudah tidak berstandar lagi,padahal bahasa bangsa kita juga penting  sebagai ciri bangsa.

                Mulai tergesernya bahasa Indonesia karena sebagian besar masyarakat Indonesia lebih mementingkan untuk mempelajari bahasa asing yang lebih menjanjikan untuk kedudukan dan taraf ekonomi yang lebih baik. Sebagai contoh, sebagian besar (hampir semua) perusahaan mengutamakan pelamar dapat berbahasa Inggris tetapi jarang perusahaan yang mengutamakan dapat berbahasa Indonesia.

           Bagi bangsa Indonesia bahasa Indonesia tidak hanya merupakan alat komunikasi untuk berkomunikasi antara satu orang dengan orang lain, namun juga sebagai alat pemersatu bangsa. Bilingualism di Indonesia tidak hanya terjadi antara bahasa Indonesia dengan bahasa asing, namun juga antara bahasa Indonesia dengan bahasa daerah yang terdapat disuatu wilayah. Semakin populernya bahasa asing terutama bahasa Inggris dirasa semakin memudarkan kecintaan masyarakat Indonesia terhadap bahasa Indonesia Harusnya kita sebagai sebuah bangsa yang besar bisa menyebarkan bahasa Indonesia ke seluruh dunia. Namun, yang saya lihat belakangan ini orang “kita” yang notabene telah dijejali oleh pelajaran Bahasa Indonesia semasa sekolah sangat mengagungkan bercakap-cakap dengan bahasa asing yang nampak lebih keren.

           Banyak anak dari hasil pernikahan campur yang dimasukkan ke sekolah internasional dan tinggal di Indonesia tetapi mengalami kesulitan berbahasa Indonesia. Sungguh suatu keajaiban. Karena menurut saya, lingkungan pasti mempengaruhi perkembangan bahasanya. Apakah mereka tidak pernah bergaul dengan orang kita? Mengapa orangtua mereka yang berdarah Indonesia tidak mengajarkan bahasanya?

          Padahal bahasa sendiri dapat menjadi sebuah pemersatu sebuah bangsa ataupun penghubung manusia yang satu dengan yang lainnya. Menurut Wikipedia, Bahasa adalah penggunaan kode yang merupakan gabungan fonem sehingga membentuk kata dengan aturan sintaks untuk membentuk kalimat yang memiliki arti. Bahasa erat kaitannya dengan kognisi pada manusia, dinyatakan bahwa bahasa adalah fungsi kognis tertinggi dan tidak dimiliki oleh hewan. Ilmu yang mengkaji bahasa ini disebut sebagai linguistik.

           Pengaruh bahasa asing terhadap bahasa Indonesia di jaman globalisasi ini tidak dipungkuri dapat menyebabkan pengaruh positif maupun negatif. Pada situasi bangsa Indonesia saat ini yang masih merupakan negara berkembang sehingga menyarankan penggunaan bahasa asing agar dapat bersaing dengan bangsa-bangsa maju lainnya. Tetapi bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa juga tidak boleh diabaikan dan tetap harus dipertahankan keberadaanya (dalam konteks bahasa baku atau bahasa Indoensia yang baik dan benar). Semua itu tergantung kembali kepada setiap individu masyarakat Indonesia dan jangan sampai bahasa asing menggeser bahasa nasional bangsa Indonesia.

     Bagi kita sebagai bangsa yang sedang tumbuh dan berupaya mengokohkan jati dirinya agar sejajar dengan bangsa-bangsa lain yang telah maju, kondisi di atas sangat memprihatinkan dan karenanya diperlukan kebijakan pemerintah mengatasi persoalan tersebut. Jika tidak, saya khawatir bahasa Indonesia akan menjadi bahasa “asing” karena melimpahnya kosakata asing dari berbagai bahasa di seluruh dunia dan pada saat yang sama bahasa daerah akan lenyap. Saya takut jika kita tidak akan lagi mendengar orang berbahasa daerah. Karena itu, jangan heran jika kelak anak orang Jawa tidak lagi bisa berbahasa Jawa!

Oleh: Imroatul Fitroh dari berbagai sumber (XII TPHP)